Mahasiswa Peduli

Mahasiswa Peduli

Penggalangan dana yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bersama ACT Tanjungpinang untuk bencana yang terjadi di Sumatra Barat yakni gempa bumi.

Oleh: Melan

Mahasiswa adalah manusia yang juga memegang peranan penting dalam sebuah negara, di identifikasi sebagai manusia yang intelektual, dan kritis dalam menanggapi suatu masalah. Dan masalah itu tidak hanya datang dari bidang akademisi, tapi dari arah mana saja.

Dikutip dari Wikipedia bahasa Indonesia, mahasiswa didefinisikan sebagai orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademisi dan yang paling umum adalah Universitas.

Hingga saat ini mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah. Pembuktian dari sejarah dengan hadirnya peran pemuda, dan mahasiswa mampu membawa dobrakan yang menggemparkan, dengan ikrarnya sumpah pemuda 1928.

Pemuda sebagai penggeraknya menumpahkan donasi yang besar sebagai asal muasal hadirnya bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.

Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, kemampuan dan melatih kemimpinan serta membuat mental yang selalu ikut aktif dalam hal pergerakan untuk menuju ke arah yang lebih maju.

Bentuk kepedulian mental itu bisa dilakukan dalam pergerakan apa saja, diantaranya adalah peran mahasiswa dalam menanggapi bencana-bencana alam yang terus bergiliran terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Secara kasat matanya, mungkin mahasiswa tidak dapat melakukan hal banyak terkait pendanaan yang di butuhkan oleh korban bencana alam. Sepanjang 2021 saja tercatat banyak bencana alam yang terjadi.

Seperti gempa Mamuju dan Majene pada 12 Januari 2021 lalu, banjir Sintang pada Oktober 2021, siklon tropis Seroja pada 5 April 2021, erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021, dan gempa NTT pada 14 Desember 2021.

Lalu apa kabar dengan 2022 ini? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sejak 1 Januari hingga 24 Februari 2022 tercatat 690 bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Disinilah yang kemudian menarik simpati dari kalangan mahasiswa untuk berlomba-lomba membantu mereka yang tertimpa musibah dengan melakukan penggalangan dana, dan salah satunya yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bersama ACT Tanjungpinang untuk bencana yang terjadi di Sumatra Barat yakni gempa bumi.

Bermodal niat dan usaha, mahasiswa saja bisa melakukan bentuk kepeduliannya untuk mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Apa kabar dengan mereka yang mampu memberi tapi tak pernah terniat dari hati?

Sampai kapan menutup telinga padahal bergelimang harta? Mari bantu, mari peduli. Mahasiswa mu telah peduli dan bergerak untuk saudara setanah air mu, kamu kapan?

Bentuk kepedulian kita bersama akan mendatangkan integritas yang kuat sebagai bentuk salah satu keuntungan yang tidak akan bisa di beli, kepedulian ini akan di pandang kuat oleh orang-orang asing, bahwa Indonesia tangguh dan kuat integritasnya dari sabang sampai merauke, tak pandang suku dan ras serta golongan, itu salah satu keuntungan dengan hadirnya kepedulian kita bersama.

Mahasiswa yang kata mereka telah di berikan gelar agen perubahan harus menggemakan kepedulian itu, dan mereka telah melakukan gerak dari tangan mereka sebagai mahasiswa, untuk itu, jangan hanya mahasiswa, kita semua juga penting menggema kan kepedulian itu.

Penulis adalah KADIV Kesekretariatan HIMA PBSI Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.


Berita Terkait