Dampak Covid-19 Varian Omicron Bagi Masyarakat

Dampak Covid-19 Varian Omicron Bagi Masyarakat

Ilustrasi (Foto: detik.com)

Oleh: Theresia Gabriela

Belum selesai dengan virus Corona yang pertama kali muncul pada akhir tahun 2019. Menjelang akhir tahun 2021, dunia kembali digemparkan dengan adanya virus Corona varian baru.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkenalkannya sebagai varian Omicron. Angka kasus Omicron ini sangat cepat menanjak yang berarti penularan Omicron ini sangat cepat dan berbahaya.

Walaupun dampak dari Omicron ini tidak separah dengan varian-varian virus sebelumnya karena mayoritas bergejala ringan. Namun jangan menganggap sepele virus varian Omicron ini.

Dengan munculnya virus varian baru ini membuat masyarakat kembali cemas, karena kehidupan di masa pendemi ini tidak hanya menyerang kesehatan dan ekonomi global saja tetapi juga menghantam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Misalnya saja, kondisi ini membuat masyarakat di tanah air resah dan khawatir dalam berbagai bidang kehidupan.

Terutama dalam bidang kesehatan, seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini terdapat banyak masyarakat mengalami sakit dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan pegal-pegal.

Di lansir dari laman Kompas.com “Sejumlah warganet di media sosial ramai membicarakan kondisi Bulan Februari yang banyak dipenuhi orang sakit dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, tenggorokan sakit dan pegal-pegal”.

Banyak masyarakat yang merasa gejala tersebut mirip dengan gejala Omicron, namun tidak sedikit juga masyarakat yang merasa gejala tersebut karena dampak musim pancaroba.

Seperti yang kita ketahui gejala Omicron yaitu demam, batuk, kelelahan, pilek, nyeri tenggorokan dan sakit kepala. Gejala sakit yang banyak dirasakan oleh masyarakat saat ini dengan gejala Omicron itu sangat mirip. Oleh karena itu, agar masyarakat tidak menerka-nerka dengan apa yang mereka alami, sebaiknya masyarakat melakukan swab test untuk memastikan kondisinya.

Penularan Omicron ini sangat cepat, sehingga kasus Omicron ini terus meningkat. Dalam hal ini kita harus memikirkan rencana untuk mengurangi penyebaran virus tersebut agar kasus Omicron tidak terus bertambah.

Karena perlu diketahui bahwa virus ini memiliki dampak yang sangat berbahaya untuk kehidupan kita. Maka dari itu, yang paling utama diperlukan untuk mencegah penyebaran kasus Omicron ini adalah kesadaran dari dalam diri sendiri.

Sadar bahwa virus itu memang ada dan tidak menganggap sepele dampak yang ditimbulkan dari virus tersebut. Selain itu, yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh Pemerintah.

Munculnya virus varian baru yang disebut Omicron ini, membuat masyarakat merasa cemas dan khawatir dengan banyak hal, termasuk masa depan. Tidak ada yang tahu kapan virus ini akan menghilang dan kehidupan dapat berjalan normal seperti dulu.

Maka dari itu, tetaplah mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan dan membatasi diri untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berada di luar rumah. Mengingat bahwa Omicron lebih cepat penularannya, sehingga kita juga harus lebih waspada terhadap virus ini.

Dibalik kesedihan dan kecemasan yang kita rasakan selama masa pendemi ini, kita harus mampu mengambil hikmah dari pendemi Covid ini.

Penulis adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.