Pasien Covid-19 di Bintan Timur Meninggal Dunia Karena Komorbid

Pasien Covid-19 di Bintan Timur Meninggal Dunia Karena Komorbid

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni.

Bintan, Batamnews - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), kembali bertambah. Kini warga Kecamatan Bintan Timur dinyatakan meninggal dunia karena virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari Satgas Covid-19 Bintan pada Kamis (24/2/2022), terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 61 orang.

Mereka terdiri dari balita, dewasa sampai dengan lansia yang berasal dari beberapa kecamatan.

Baca juga: Update Corona Batam: 324 Kasus Baru, 119 Sembuh, 2 Meninggal Dunia

"Di hari itu juga ada 1 kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia," ujar Gama, Jumat (25/2/2022).

Untuk kasus yang meninggal dunia karena Covid-19 itu adalah warga Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur. Dia seorang pria berinisial MISR (47).

Awalnya dia mengalami sakit, lalu dirujuk ke RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Kepri di Tanjungpinang pada 22 Februari. Disana tim medis melakukan tes swab PCR dengan hasil dinyatakan positif Covid-19. Lalu bersangkutan dirawat dan diisolasi di rumah sakit tersebut.

"Namun baru dua hari dirawat, pasien MISR itu meninggal dunia. Karena komorbid atau penyakit bawaan juga," katanya.

Baca juga: Positif Covid-19 di Bintan Bertambah 28 Orang, 1 Lansia Meninggal Dunia

Tercatat dalam dua bulan yakni, dari Januari-Februari 2022 didapati 415 orang di Kabupaten Bintan dinyatakan positif Covid-19. Dari total tersebut 6 orang probable Omicron dan 2 meninggal dunia.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak lengah melainkan tetap taat dengan protokol kesehatan (prokes). Kemudian tidak menganggap remeh dengan vaksin karena vaksin mampu mencegah gejala yang ditimbulkan apabila terserang virus.

"Kita terus mensosialisasikan kepada warga agar taat prokes dan mau divaksinasi. Baik dari usia 6 tahun sampai dengan lansia. Bahkan kami jemput bola (door to door) agar vaksinasi dapat berjalan maksimal," pungkasnya.

(ary)
Komentar Via Facebook :