Berlaku Pekan Ini, Inggris Tak Lagi Wajibkan Warga Terpapar Corona Jalani Karantina

Berlaku Pekan Ini, Inggris Tak Lagi Wajibkan Warga Terpapar Corona Jalani Karantina

PM Inggris, Boris Johnson. (Foto: The Express)

London - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk mencabut aturan karantina pada orang yang terinfeksi Covid-19 mulai pekan ini.

Inggris akan menjadi negara pertama di Eropa yang mengizinkan individu yang terinfeksi Covid-19 untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk berbelanja, menggunakan transportasi umum, dan bekerja tanpa batasan apa pun.

“Covid-19 tidak segera hilang dan kita perlu belajar untuk hidup dengan virus mematikan itu dan pada saat yang sama terus melindungi diri kita sendiri tanpa mengorbankan kebebasan,” kata Johnson dilansir Reuters, Minggu (20/2/2022).

Ia juga akan menjelaskan secara lebih rinci bagaimana negara dapat menghadapi ancaman varian baru Covid-19 di masa depan melalui pengawasan yang ketat dan pengendalian yang berkelanjutan.

Sebelumnya, muncul laporan bahwa pemerintah Inggris ingin mengakhiri program pengujian Covid-19 gratis dan mengurangi studi kesehatan masyarakat.

Selama ini warga di Inggris harus menjalani karantina minimal lima hari jika diarahkan oleh otoritas kesehatan dan karantina tanpa instruksi jika positif Covid-19 atau memiliki gejala.

Pihak berwenang negara itu berpikir melonggarkan karantina sendiri dan menggantinya dengan pedoman yang lebih sederhana akan membuat Covid-19 'sama seperti penyakit lain' yang dihadapi negara itu.

Sekitar 85 persen populasi Inggris di atas usia 12 tahun telah mendapatkan vaksinasi lengkap dan dua pertiga dari populasi telah menerima suntikan booster.

Inggris mencatat lebih dari 160.000 kematian dalam 28 hari dan menjadi negara Eropa kedua yang mencatat kasus infeksi tertinggi setelah Rusia.

Sebagian besar anggota Partai Konservatif yang dipimpin Johnson menggambarkan larangan Covid-19 sebagai tidak perlu mengingat program vaksinasi sudah meluas.

“Intervensi farmasi yang dipimpin oleh program vaksinasi akan terus menjadi garis pertahanan pertama kami.

"Kesadaran akan pedoman kesehatan masyarakat perlu dipertahankan, seperti halnya semua penyakit menular," menurut pemerintah.

Sebelumnya, Johnson mengumumkan semua pembatasan Covid-19 akan dicabut bulan depan, termasuk pemakaian masker wajah dan karantina sosial.

Langkah itu juga diikuti oleh beberapa negara Eropa lainnya yang menganggap sudah waktunya untuk 'melihat Covid-19 sebagai hal yang normal' dan menjalaninya.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews