Nasib Pria yang Ngamuk Banting Meja Ruang Bupati Meranti 

Nasib Pria yang Ngamuk Banting Meja Ruang Bupati Meranti 

Bupati Meranti, M Adil ditemui pria yang sempat ngamuk di ruang tunggu tamu. (Foto: Juna/Batamnews)

Meranti, Batamnews - Tak ingin insiden banting meja di ruang tungggu ruangan Bupati Meranti berbuntut panjang, Tokoh Masyarakat Meranti, Yusri Yano mejembatani pertemuan pelaku dengan Bupati Meranti, M Adil.

Insiden itu terjadi Jumat (14/1/2022) ketika salah seorang warga bernama JO ingin berjumpa salah seorang pejabat di Setdakab Meranti. Kesal karena tak bisa menemui pejabat terkait, JO malah ngamuk dan banting meja kaca. Meja itu berada di ruang tunggu tamu bupati.

Baca juga: Heboh Pria Berbaju Batik Pecahkan Meja Ruang Tamu Bupati Meranti

JO merupakan warga biasa yang menyambangi kantor bupati. Ia ingin menjumpai pejabat di bagian Satdakab untuk suatu urusan. Namun ia kecewa, karena pejabat terkait tak dapat dijumpainya. Terjadilah insiden itu.

Saat kejadian kondisi di sekitar ruangan itu kosong. Tak ada petugas Satpol PP yang berjaga. Seorang staf yang melihat meja berserakan kaget.

Ia menduka pelaku pecah meja tersebut yakni pria yang barusan keluar dari ruangan. Staf tersebut sempat mengecek kamera CCTV dan memang terlihat aksi itu. Insiden itu bahkan akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Bupati Meranti yang tak ada di lokasi saat itu kaget adanya insiden itu di kantornya. 

Namun belum sampai sehari, pelaku akhirnya meminta maaf dan berinisiatif menemui bupati. Tokoh masyarakat di Meranti Yusri Yano yang memfasilitasi pertemuan itu.

Baca juga: Pesan Berantai Seleksi Non PNS Tanpa Tes di Meranti, BKD: Itu Hoaks!

JO kebetulan kenal dengan Panglima Gagak Hitam Sambang Riau tersebut, dan menyampaikan penyesalannya atas kejadian itu.

Untungnya Bupati Muhammad Adil dengan kelapangan hati memaafkan pelaku. Ia mengingatkan JO untuk tidak melakukan hal serupa. Didamping Yusri Yano, JO mengaku khilaf kepada bupati. 

"Saya minta maaf pak bupati, saya khilaf dan terbawa emosi. Saya menyesali dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali," kata pria paruh baya tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Adil mengaku memaafkan insiden tersebut. "Yang jelas saya sudah memaafkan. Apa-apa hal mari kita selesaikan dengan cara yang baik," ujarnya.

Dia juga mengingatkan pelaku untuk tidak menggunakan cara-cara premanisme dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga: Kejaksaan Obok-obok Kantor Dinas Kesehatan Meranti

"Semuanya bisa diselesaikan, jika ada hal yang ingin disampaikan ke saya, sampaikan secara langsung," kata Adil.

Panglima Gagak Hitam Sambang Riau, Yusri Yano, mengatakan pihaknya sengaja memediasi pertemuan tersebut agak permasalahan yang ada tidak berlarut-larut hingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita di Meranti ini semuanya bersaudara, berkawan. Saya tidak mau masalah yang ada nanti dipolitisir dan ditunggangi pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Semuanya sudah selesai, pelaku sudah minta maaf dan bupati juga sudah memaafkan," ujarnya.

(jun)