Pesan Berantai Seleksi Non PNS Tanpa Tes di Meranti, BKD: Itu Hoaks!

Pesan Berantai Seleksi Non PNS Tanpa Tes di Meranti, BKD: Itu Hoaks!

ilustrasi.

Meranti, Batamnews - Pesan berantai tersebar di grup-grup WhatsApp terkait perekrutan tenaga honorer khusus guru di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Akibatnya masyarakat tempatan cukup antusias, pasalnya penerimaan itu dilakukan tanpa tes. 

Dalam kabar yang beredar tersebut bertuliskan narasi, "Bersiaplah para guru honorer daerah maupun komite sekolah, untuk masuk dalam seleksi guru honor dengan syarat memenuhi kriteria seperti yang diinginkan. Salah satunya adalah harus S1. Tanpa tes".

Baca juga: Sempat Galau, Kini Angin Segar Hampiri Ribuan Honorer Pemkab Meranti

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh pemerintah setempat. Pemkab Meranti memastikan hal itu hoaks.

"Itu hoaks, alias tidak benar. Disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab" kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Meranti yang juga Sekretaris Tim Evaluasi Tenaga Non PNS Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakharuddin, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya dalam ujian seleksi yang dilaksanakan pada Kamis (13/1/2022) mendatang diperuntukkan kepada guru-guru non-PNS yang sudah masuk dalam data base BKD.

"Tidak ada penerimaan baru, termasuk para guru. Makanya dipersyaratan itu jelas, peserta yang akan mengikuti ujian harus membawa KTP dan SK Honorer terakhir," ujarnya.

Dia juga mengaku telah mendapatkan pesan tidak benar tersebut yang diteruskan kepadanya melalui pesan singkat WhatsApp. 

"Memang ada yang menghubungi dan bertanya terkait persoalan itu, saya jawab itu tidak benar," kata Bakharuddin.

Baca juga: Mantan Gubernur Riau Soroti Kebijakan Bupati Meranti terkait Honorer

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Meranti, Afrinal Yusran, meminta masyarakat ataupun para tenaga non-PNS yang akan mengikuti seleksi tidak mempercayai isu atau kabar tidak benar yang banyak beredar.

"Kami minta masyarakat hanya mempercayai informasi yang dikeluarkan melalui instansi resmi. Jika mendapatkan kabar yang belum pasti kebenarannya, jangan ikut-ikutan untuk membagikan atau menyebarkan," ujar dia.

(jun)