Xi Jinping Tiba-tiba Telepon Jokowi, Ada Apa?

Xi Jinping Tiba-tiba Telepon Jokowi, Ada Apa?

Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping di G20 (Biro Pers Kesekretariat Presiden/Laily Rachev) 

Jakarta, Batamnews - Presiden China Xi Jinping disebut melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Komunikasi keduanya dilakukan Selasa (11/1/2022).

Hal ini terungkap dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri China. Disebutkan bagaimana Xi Jinping menyebut hubungan kedua negara terus bergerak maju meski menghadapi sejumlah hambatan.

Baca juga: Lockdown Kota di China, Warga Barter Barang Elektronik dengan Makanan

"Xi Jinping menekankan, kedua belah pihak harus bekerja sama untuk memerangi pandemi dan memberikan contoh kerja sama kesehatan yang baik," tulis laman itu, dikutip Jumat (14/1/2022).

"China akan terus bekerja sama dengan Indonesia di seluruh rantai industri vaksin dan dalam penelitian serta pengembangan obat, membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin regional dan bekerja untuk meningkatkan tata kelola kesehatan masyarakat global serta membangun komunitas kesehatan global untuk semua atas dasar untuk bersama-sama memerangi pandemi."

Dalam pernyataannya Xi meminta hubungan RI dan China menjadi panutan bagi kerja sama praktis lain. Terutama terkait pembiayaan China, Belt and Road Initiative (BRI).

"Kedua belah pihak harus mengintegrasikan kerja sama Belt and Road dengan pembinaan paradigma pembangunan baru China dan rencana pembangunan nasional jangka menengah dan panjang Indonesia, serta memajukan kerja sama secara terkoordinasi di era pascapandemi," katanya lagi.

Baca juga: Netizen China Serang Elon Musk Gegara Satelit SpaceX Nyaris Tabrak 'Istana Surga'

Di kesempatan yang sama, ia pun menyinggung soal Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ia menekankan proyek tersebut akan dibangun dengan kualitas tinggi.

"China akan berpartisipasi aktif dengan segenap kekuatannya dalam segala hal yang kondusif untuk memajukan pembangunan Indonesia dan memperdalam kerja sama China-Indonesia," katanya lagi.

Ia juga menyinggung pertumbuhan baru RI dengan menyebut pengembangan energi baru, pembangunan rendah karbon dan ekonomi digital. Termasuk juga kerja sama maritim dengan Indonesia.

"China sangat mementingkan peran Indonesia dalam urusan regional dan internasional, dan siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengimplementasikan konsensus yang dicapai," tekannya lagi merujuk ke hubungan ASEAN-China dan stabilitas kawasan.

Sementara itu, di laman yang sama Jokowi disebut menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya sidang pleno keenam Komite Sentral Partai Komunis China ke-19. Ia juga menyampaikan bagaimana perdagangan dan investasi bilateral antara Indonesia dan China tumbuh pesat, terutama kesehatan dan medis terkait vaksin Covid-19.

"Penelitian dan pengembangan obat, telah mencapai hasil yang luar biasa, dengan 80% vaksin Indonesia berasal dari China," tulis web resmi Kemenlu China itu mengutip Jokowi.

Sama seperti Xi Jinping, ia juga menyinggung sol kemajuan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yang diharapkan mulai beroperasi sesuai jadwal. Indonesia, katanya di laman itu, siap memperkuat kerja sama dengan China di bidang ekonomi, perdagangan, pandemi, dan bidang lainnya, aktif mempromosikan kerja sama Belt and Road.

Baca juga: Pria di China Bertemu Ibu Kandungnya Setelah 33 Tahun Diculik

Sebelumnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut kembali bermasalah. Awal pekan ini, proyek sepur cepat itu dikabarkan melewati kondisi tanah lempung yang sangat gembur sehingga gampang runtuh atau berpotensi menimbulkan pergerakan.

Hambatan ini terjadi pada lokasi pembangunan di terowongan (tunnel) 2. Berada pada Desa Mekargalih, Jatiluhur, Purwakarta.

PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mendatangkan ahli dari China untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Menurut manajemen KCIC, tenaga ahli dibutuhkan untuk transfer ilmu pengetahuan dalam bidang konstruksi terowongan.

(fox)