Tips Memulai Bisnis dengan Modal Rp1 Juta

Tips Memulai Bisnis dengan Modal Rp1 Juta

Pameran UMKM. (Foto: ist)

Jakarta, Batamnews- Kewirausahaan kini tidak hanya diminati oleh masyarakat yang sudah mapan seiring dengan berkembangnya zaman. Dengan modal minim pun, seorang milenial dapat mengembangkan sayap bisnisnya.

CEO dan Co-Founder Ternak Uang Raymond Chin, berbagi tips untuk membangun bisnis dengan modal tipis, yakni hanya Rp1 juta, ditulis Senin (10/1/2022). Langkah ini dapat diikuti bagi pemodal pas pasan namun ingin punya bisnis.

Baca juga: Erick Tohir Dorong HIPMI Kepri Kembangkan UMKM Berbasis Digital

Lalu, bagaimana cara memulainya?

Tentukan Ide Bisnis

Memulai bisnis dengan modal tipis, Raymond menyarankan untuk tidak terpaku pada toko fisik. Pastikan produk dijual secara digital sehingga tidak harus punya stok barang cukup banyak.

"Biasanya ide bisnis keluar dari hal sehari-hari. Idenya bisa besar, misalnya membuka restoran. Tapi dalam praktiknya kita masak di dapur sendiri dan menjualnya secara online," imbuhnya.

Lakukan Riset

Karena modalnya kecil, riset pasar dan riset kompetitor wajib dilakukan agar seorang pebisnis bisa menentukan jenis produk dan strategi pemasarannya.

"Riset pasar misalnya basreng (bakso goreng), lihat di sekitar apakah banyak orang yang mencari basreng. Lalu lihat di aplikasi pesan antar makanan, apakah banyak yang menjual basreng atau tidak," sambung investor muda tersebut.

Baca juga: Pelaku UMKM di Bintan Bisa Pinjam Modal Bank Tanpa Bunga, Catat Syaratnya!

Sedangkan untuk tahap riset kompetitor, Raymond berpijak pada sebuah prinsip. "Cari tahu produk kompetitor, mulai dari produk, harga, dan layanannya. Prinsipnya ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) produknya," katanya.

Alokasikan Dana Secukupnya untuk Produk

Dari 100 persen modal, porsi untuk produk dipakai sebanyak 40 persen. Untuk studi kasus jualan basreng misalnya, berarti modal yang dialokasikan sebesar Rp 400 ribu. Usahakan untuk tidak membuat stok produk banyak karena produk yang dijual belum tentu laris manis.

 

"Karena modal kecil harus perhatikan cashflow, jadi lebih baik buat sistem pre order atau per batch. Modal kecil jangan berharap stok besar. Make sure juga mendapatkan keuntungan yang sehat," lanjut Raymond.

Gencarkan Langkah Marketing

Untuk budget marketing, Raymond juga mengalokasikan 40 persen modalnya. Namun untuk pemasaran, jangan berfokus pada promosi, melainkan dengan melengkapi faktor-faktor yang nantinya akan melekat dengan produk yang dipasarkan.

"Ketika produk sudah siap, lanjut ke marketing. Budget kecil, modalnya jangan seluruhnya disalurkan ke distribusi atau promosi. Lebih baik buat fondasi, misalnya desain, logo, kemasan, dan lain-lain. Itu akan lebih bermanfaat untuk ke depannya," jelasnya.

Susun Dana Operasional

Sisanya, 20 persen modal dipakai untuk operasional. Namun, bukan untuk menggaji pegawai, melainkan untuk keperluan pencatatan keuangan dan dana talangan.

Dengan komposisi modal bisnis 40 persen produk, 40 persen marketing, dan 20 persen untuk operasional, Raymond optimis strateginya untuk memulai bisnis bermodal kecil bisa menghasilkan cuan yang banyak.

"Intinya, kunci bisnis modal kecil itu bergantung pada cashflow," tutup Raymond.
 

(fox)