WHO: Suntik Vaksin Booster Tak Bisa Hentikan Pandemi

WHO: Suntik Vaksin Booster Tak Bisa Hentikan Pandemi

Ilustrasi

Jakarta, Batamnews - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron, beberapa negara mulai memberikan dosis tambahan vaksin Covid-19 atau booster untuk warganya. Di Indonesia sendiri pemberian booster direncanakan akan mulai berjalan pada 12 Januari 2022.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan pemberian booster terus-menerus bukan jawaban untuk menghentikan pandemi.

Alasannya booster hanya akan melindungi kelompok masyarakat itu-itu saja, sedangkan masih ada sejumlah populasi di bagian dunia lain yang bahkan belum mendapat dosis pertama.

Baca juga: WHO: Jangan Anggap Remeh Corona Varian Omicron

Selama masih ada populasi yang tidak terlindungi artinya Covid-19 akan tetap memiliki kesempatan untuk bermutasi. Tedros menyebut kemunculan berbagai varian sebagai dampak nyata dari ketimpangan suplai vaksin.

"Alpha, Beta, Delta, Gamma, dan Omicron merupakan dampak dari tingkat vaksinasi yang rendah. Kita sendiri yang membuat kondisi sempurna bagi kemunculan varian-varian tersebut," kata Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO, Jumat (7/1/2022).

"Memberikan booster demi booster di sejumlah negara saja tidak akan menghentikan pandemi sementara masih ada miliaran orang yang sama sekali belum terlindungi," lanjutnya.

Tedros berharap ketimpangan suplai ini tidak terulang lagi bila nanti vaksin Covid-19 generasi kedua sudah siap. Vaksin yang sudah ada saat ini memang memiliki efektivitas lebih rendah dalam hal menghentikan penularan varian, tapi setidaknya masih cukup efektif mencegah kasus infeksi parah dan kematian.

(ruz)