ABK dan Penumpang KM Lira 2 Selamat usai Ditolong Tanker Berbendera Malaysia

ABK dan Penumpang KM Lira 2 Selamat usai Ditolong Tanker Berbendera Malaysia

ABK dan penumpang KM Lira 2 yang berhasil dievakuasi ke Midai, Natuna setelah kapal mereka tenggelam. (Foto: ist/batamnews)

Natuna, Batamnews - Tujuh anak buah kapal (ABK) dan penumpang KM Lira 2 yang tenggelam di Laut Natuna, Kepulauan Riau berhasil diselamatkan. 

Camat Midai, Jaunal Apandi menuturkan seluruh ABK dan penumpang KM Lira selamat berkat pertolongan kapal tanker berbendera Malaysia.

"Pagi ini kita mengevakuasi seluruh penumpang dan ABK KM Lira 2 yang selamat," ujar Jaunal, Selasa (28/12/2021).

Ia menceritakan, KM Lira 2 bertolak dari Pulau Midai pada Minggu (26/12/21) menuju Kalimantan Barat dengan muatan 75 fiber ikan bersama 7 orang penumpang dan ABK.

Dalam perjalanan, kapal sudah mulai oleng diterjang gelombang tinggi pada pukul 23.00 WIB. Kapten kapal sempat melakukan kontak radio ke nelayan terdekat untuk meminta pertolongan, namun tidak ada jawaban.

Sekira 15 menit kemudian, KM. Lira 2 mulai tenggelam, tepatnya pada posisi koordinat 102:10/08:12.

Menurut cerita korban tenggelam, mereka akhirnya diselamatkan oleh kapal tanker berbendera Malaysia yang sedang melintas, sekitar pukul 16.00 WIB sehari kemudian, Senin (27/12/21).

"Setelah diselamatkan kapal tanker, sekira satu jam perjalanan terlihat kapal pukat atau lengkong milik nelayan Indonesia, dan segera mereka meminta pertolongan untuk mengantar korban ke pulau terdekat," tutur Jaunal.

Baca: Kapal Angkut 75 Fiber Ikan Tujuan Kalimantan Tenggelam di Perairan Natuna

Setelah korban dipindahkan ke kapal Pukat, kapal pukat melakukan kontak radio dengan nelayan terdekat dan mendapatkan jawaban untuk menjemput korban.

Pukul 20.00 WIB, dengan menggunakan KM Fisabilillah, pemerintah kecamatan Midai beserta TNI Polri meluncur menuju lokasi kapal pukat untuk melakukan penjemputan.

"Alhamdulillah pada Selasa (28/12/21) pagi pukul 02.05 WIB seluruh penumpang dan ABK KM. Lira 2 berhasil kita evakuasi ke KM Fisabilillah, untuk kemudian kita bawa menuju Pulau Midai," lanjut Jaunal.

Para korban kini telah berada di Midai untuk mendapatkan perawatan medis.

(Yan)