Briptu Rizky Jadi Obat Penenang Anak Histeris saat Sunatan Massal di Karimun

Briptu Rizky Jadi Obat Penenang Anak Histeris saat Sunatan Massal di Karimun

Briptu Rizky Lubis menenangkan seorang anak histeris saat sunatan massal (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun, Batamnews - Seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi obat penenang seorang anak yang histeris saat hendak di sunat dalam kegiatan yang digelar Seknas Jokowi DPD Kabupaten Karimun, Kepri, Minggu (19/12/2021).

Rasa takut anak tersebut tidak dapat disembunyikan, bahkan dia meronta ketika penutup bagian bawah tubuhnya dibuka oleh petugas medis. Sang Ibu yang berada disampingnya membujuk dan menenangkan anaknya yang mulai meneteskan air mata.

Petugas medis yang siap dengan tugasnya, mengusapkan cairan, dan disaat itulah tangis bocah tersebut pecah, memecah suasana ruangan sunat masal. Meskipun tampak anak-anak lainnya juga tegang dan takut akan di sunat, namun mereka masih dapat menahan.

Baca juga: Karimun Targetkan Vaksinasi Corona untuk Anak Kelar Akhir Januari

Mendengar suara tangis bocah tersebut, seorang petugas Satlantas Polres Karimun yang mengawal rombongan Gubernur Kepri dan Bupati Karimun untuk menghadiri acara tersebut, masuk dalam ruangan dan langsung menuju anak yang menangis histeris itu.

Sambil mengusap kepala anak itu, polisi yang bernama Briptu Rizky Lubis, membujuk dan menenangkan anak tersebut agar tidak menangis lagi.

"Jangan takut, tidak sakit kok. Kan nanti kalau besar mau jadi polisi, jadi harus kuat," kata Rizky, sambil mengusap kepala anak tersebut.

Baca juga: Karimun Bangun Jembatan Penyeberangan Rp 2,3 M, Bupati: Jalan Sering Padat

Melihat ada seorang polisi di sampingnya, anak itu berhenti berteriak histeris, walaupun masih terisak. Seakan, kedatangan Briptu Rizky menjadi obat penenang bagi anak itu. Sehingga, petugas medis yang awalnya kewalahan, menjadi mudah untuk melakukan pekerjaannya.

Bahkan, untuk menghilangkan rasa sakit, Rizky meminta anak itu untuk mengucapkan syahadat dan kalimah Allah.

"Astagfirullah, lailahaillallah, Allahu Akbar," ucap anak itu.

Proses sunatan yang awalnya mengalami kesulitan, akhirnya dapat dikerjakan dengan lancar dan mudah, setelah seorang petugas membujuk dan menenangkan anak yang histeris

"Alhamdulillah, sudah siap," ujar petugas medis.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews