Gairahkan Pariwisata Kepri, Buralimar Rancang `Tourism Linkage Networking`

Gairahkan Pariwisata Kepri, Buralimar Rancang `Tourism Linkage Networking`

Sejumlah wisatawan domestik bersantai di sebuah resort kawasan Bintan, Kepri. (Foto: ist/batamnews)

Batam, Batamnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), merancang Tourism Linkage Networking (jaringan keterkaitan pariwisata) antar kabupaten/kota se-Kepri. Langkah ini diambil sebagai usaha untuk menggairahkan kembali pariwisata Kepri.

Dengan jaringan ini, para turis akan diajak mengunjungi satu atau dua daerah sekaligus dalam satu paket perjalanan wisata. Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri pun sangat antusias menyambut ide tersebut. 

"Keterkaitan pariwisata antar daerah ini menjadi upaya Pemprov Kepri yang sejalan dengan visi misi Gubernur, pak Ansar Ahmad, yakni mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu dan Nasional dan mempercepat konektifitas antar pulau," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar, Minggu (5/12/2021).

"Kita berharap program ini bisa dijual menjadi paket perjalanan yang menarik bagi teman-teman di asosiasi perjalanan wisata," sambungnya.

Baca juga: Kawasan Pariwisata Lagoi Tetap Buka saat PPKM Level 3 Nataru

Selama ini, lanjut Buralimar, paket perjalanan wisata baru menjangkau Batam-Bintan -Tanjungpinang. Ke depan, akan dikembangkan sampai ke Kabupaten Lingga, Karimun, Anambas dan Kabupaten Natuna. 

Kesemua daerah tersebut mempunyai pesona dan kekuatan kearifan lokal tersendiri yang sangat menarik bila dijual dalam paket perjalanan wisata. Buralimar mencontohkan untuk Kabupaten Lingga misalnya, mempunyai kekuatan wisata budaya dan alam.

Kabupaten Lingga memperkenalkan daerah tersebut sebagai `Negeri Para Sultan, Bunda Tanah Melayu`. Daerah yang sarat sejarah budaya leluhur ini diyakini sangat diminati para wisatawan mancanegara dan domestik. Jarak Batam-Lingga bisa ditempuh dalam 3,5-4 jam perjalanan.

Begitu juga destinasi wisata di Karimun, dengan wisata alam dan kulinernya. Belum lagi kekuatan pesona alam Natuna dan Anambas.

Baca juga: Ragam Upaya Pemerintah Bangkitkan Pariwisata Batam

"Saya optimis sekali, bila asosiasi perjalanan wisata bisa menjual paket wisata antar kabupaten/kota ini, bisa menggairahkan kembali sektor pariwisata Kepri. Target kita para turis tidak hanya datang berwisata tetapi juga lama menetap di Kepri," harap Buralimar.

Untuk memperlancar rencana ini, ia menyebutkan bahwa Pemprov Kepri telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Bupati/Walikota se-Kepri.

Para kepala daerah diharapkan menyiapkan destinasi wisatanya, kemudahan akses dan berbagai penunjang. Sehingga paket wisata perjalanan antar pulau ini bisa dijual ke wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri nantinya. 

Upaya dalam memulihkan kembali kunjungan wisata ke Kepri, tambah Buralimar, tidak lupa dengan menerapkan  wisata berbasis CHSE yakni Cleanliness (kebersihan), Healt (Kesehatan), Safety (Keamanan), Environment (ramah lingkungan). Penerapan CHSE juga akan menjadi kunci keberhasilan paket antar pulau tersebut. 

"Kita kenalkan ke seluruh masyarakat Kepri, luar Kepri dan juga dunia, bahwa Kepri Aman, Kepri Nyaman. Usaha kita ini sudah mendapat respon positif. Sudah banyak calon-calon wisatawan domestik yang akan berwisata ke Kepri," pungkas Buralimar.

(ruz)