Pengungsi Afghanistan di Batam Mengaku Makin Depresi

Pengungsi Afghanistan di Batam Mengaku Makin Depresi

Unjuk rasa pengungsi asal Afghanistan di Batam. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam, Batamnews - Para pengungsi asal Afganistan kembali melakukan aksi unjuk rasa di seberang jalan Kantor Wali Kota Batam, Rabu (1/12/2021). Mereka meminta agar segera ditempatkan ke negara tujuan mereka. 

Salah satu pengungsi, Ali Rifaii mengatakan mereka sudah tidak tahan hidup dalam ketidakpastian. Sebagian besar mereka sudah tinggal di Indonesia kurang lebih selama 9 tahun hingga 10 tahun.

Baca juga: Pengungsi Afghanistan Dorong-dorongan dengan Polisi di Batam

Dalam kurun waktu tersebut, Ali menyebutkan para pengungsi sudah mengalami depresi. Dan ada 15 kasus bunuh diri selama ini di beberapa penampungan, serta 100 kasus percobaan bunuh diri. Di Batam sendiri dikatakannya ada 1 kasus bunuh diri oleh pengungsi Afghanistan.

“Tidak hanya itu saja, 100 orang teman-teman kami meninggal dunia secara alami karena depresi,” ujarnya. 

Hidup sebagai pengungsi, banyak hak-hak mereka dibatasi, seperti tidak mendapat hak untuk berpergian, hak untuk bekerja, hak untuk mengemudi, hak untuk membeli dan mengendarai sepeda motor dan lainnya. 

“Kami sudah memberanikan diri keluar dari negara kami dulu, namun rupanya kami belum mendapat kepastian,” katanya.

Baca juga: Unjuk Rasa Pengungsi Afghanistan Terhenti di Taman Inspirasi Batam 

Ali menyampaikan negara tujuan seperti Kanada, telah mengumumkan untuk menerima 80 ribu orang pengungsi Afganistan melalui UNHCR. 

Mereka semua telah terdata di PBB, dalam hal ini UNHCR. 

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk dapat membantu proses kepindahan mereka ke negata tujuan.  “Bantu kami, karena kami juga manusia,” ucapnya.

(ret)