Kunjungi Pulau Laut di Natuna, Ini Fokus Dua Menteri Jokowi

Kunjungi Pulau Laut di Natuna, Ini Fokus Dua Menteri Jokowi

Dua Menteri Jokowi mengunjungi Pulau Laut, Natuna (Foto:Yanto/Batamnews)

Natuna, Batamnews - Isu terkait penguatan sektor pertahanan di wilayah Laut Natuna Utara menjadi topik hangat kala dua menteri kabinet Indonesia Maju, yakni Mendagri dan Menkopolhukam mengunjungi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), pekan ini.

Setibanya di Natuna, rombongan Mendagri dan Menkopolhukam langsung menggelar rapat kordinasi wilayah perbatasan negara dengan sejumlah pejabat tinggi dari TNI-Polri dan Badan Pengelola Perbatasan Negara (BPPN).

Dalam rapat kordinasi tersebut, sejumlah hal di bahas, termasuk masalah peningkatan sistem pertahanan di wilayah perbatasan guna menjaga kedaulatan NKRI.

Mendagri bersama rombongan pun menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu Pulau terluar di wilayah Laut Natuna Utara, yaitu Pulau Laut.

Kunjungan dua Menteri Jokowi tersebut lantas menimbulkan beberapa spekulasi dikalangan masyarakat. Ada isyarat jika pemerintah pusat akan membangun pangkalan militer, bahkan bandara militer di Pulau Laut.

Baca juga: Mendagri Tito Respons Pemekaran Provinsi Natuna-Anambas

Sebelumnya, isu terkait pembangunan bandara militer di Pulau Laut memang sudah santer menjadi perbincangan beberapa waktu terakhir.

Apalagi dalam kunjungan kali ini, Menteri Tito dan Mahfud MD langsung turun menuju Pulau Laut. Hal tersebut makin mengisyaratkan jika kedatangan dua Menteri itu ada kaitannya dengan wacana pembangunan militer.

Namun ketika di wawancara Batamnews dalam Konferensi Pers di Lanud Raden Sadjad, Rabu (24/11/2021), Mendagri mengatakan jika kunjungannya ke Pulau Laut tidak ada kaitannya dengan wacana pembangunan pangkalan militer ataupun bandara militer di pulau terluar tersebut.

"Fokus kita mengunjungi Pulau Laut adalah untuk meningkatkan sektor pembangunan dan ekonomi bagi masyarakat di pulau terluar tersebut," ujar Tito.

Dirinya menjelaskan jika saat ini Pulau Laut menjadi prioritas utama dalam hal pembangunan di wilayah pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia.

Komentar Tito tersebut lantas mematahkan isu bahwa di Pulau Laut akan segera didirikan bandara militer sebagaimana kabar yang beredar. Namun bisa saja wacana tersebut jadi kenyataan.

(Yan)