Tenaga Pendidik dan Tantangan Zaman

Tenaga Pendidik dan Tantangan Zaman

Harken

Oleh: Harken, S.Pd.Ek

PERKEMBANGAN dunia  pendidikan yang begitu cepat dan terukur diperlukan  perhatian bersama dari pemangku kebijakan supaya tujuan dari pendidikan itu bisa tercapai hal ini juga sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 yang tertuang di dalam pasal 31. 

Begitu juga yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 disebutkan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekutan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Perlu kita ketahui bersama bahwa nasib suatu bangsa, berkembang dan majunya  akan sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang diberikan oleh tenaga kependidkan (guru). 

Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang mampu membentuk  karakter peserta didik yang mempunyai etika dan ahlak mulia, bukan hanya terpaku pada nilai¬-nilai yang diperoleh pada akhir semester (ujian). 

Kondisi ini tentulah disikapi tenaga kependidikan harus bisa menjadi seorang yang profesional, responsive, arif dan bijaksana serta peduli terhadap perkembangan peserta didiknya. 

Hal ini dilakukan agar para peserta didik tidak akan merasa ketinggalan zaman sehingga mereka akan bisa merasakan dan menyesuaikan dengan tantangan perkembangan dunia pendidikan yang semakin hari semakin maju namun mempunyai karakter diri yang kuat untuk meghadapi perubahan zaman tersebut.

Sekarang ini segala bentuk informasi akan sangat mudah untuk diakses dan diperoleh oleh peserta didik sehingga tidak jarang kita menemui seorang peserta didik lebih menguasai informasi ketimbang tenaga pendidiknya. 

Keadaan seperti ini tentunya harus bisa disiasati dan disikapi oleh tenaga pendidik dengan terus meningkatkan kemampuan penguasan teknologi dan kemampuan dalam penguasan bidang literasi, bagi tenaga pendidki yang tidak mau beradaptasi dengan hal tersebut tentulah berdampak pada peningkatan kualitas pendidkan itu sendiri, karena dalam dunia pendidikan baik itu tenaga pendidik maupun peserta didik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena ditangan merekalah diharapkan muncul karya yang inovatif yang akan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nantinya akan berdaya guna dan mampu bersaing dengan bangsa lain

Adanya perubahan perilaku kehidupan sosial di tengah masyarakat akibat dampak dari pendemi Covid-19 yang dialami oleh masyarakat seluruh dunia  berdampak juga pada sektor pendidkan. 

Pembelajaran tatap muka yang secara konvesional sudah berjalan dari dulunya berubah menjadi pembelajaran daring, ini tentu harus dihadapi dengan bijak dan penuh inovasi sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik, pembelajaran daring yang dilaksanakan bukan sekedar melepas kewajiban dalam proses pembelajaraan namun juga harus ada komunikasi yang baik kesemua pihak karena dengan adanya keterbatasan yang dimiliki baik yang dialami oleh tenaga pendidkan dan peserta didik 

Peran tenaga kependidkan pada saat sekarang ini ( era digital ) juga rentan dan “tergeser” dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan dinamis. 

Internet  dan berbagai bentuk media sosial ( Medsos ) yang memberikan berbagai variasi informasi terkadang dengan mudahnya menjadi acuan utama oleh peserta didik ( generasi Z dan generasi Alpa ) dibanding perkataan gurunya

Tenaga pendidik  harus mengikuti perkembangan zaman dan menikmati proses bergesernya peran mereka di era disrupsi saat  ini dengan harus memulai mengubah cara-cara lamanya serta fleksibel dalam memahami hal-hal baru dengan lebih cepat dan dinamis.

Namun perlu disadari oleh semua pihak yang berkentingan dalam memajukan pendidkan, tidak seyogya permasalah tersebut terus dibebani kepada tenaga pendidkan harus ada solusi bersama untuk menghadapi perubahan yang terjadi, penguatan regulasi, peningkatan kompentensi, kesejahteran haruslah menjadi prioritas yang diberikan kepada tenaga kependidkan supaya dapat memberikan pendidkan yang baik, terukur dan dapat bersaing dengan bangsa lain. (*)

Penulis merupakan Wakil Ketua Bidang Pendidkan Dan Kebudayaan, Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kepri