PGRI Upgrade Guru di Karimun Lewat Pelatihan Model Pembelajaran

PGRI Upgrade Guru di Karimun Lewat Pelatihan Model Pembelajaran

Para guru di Karimun mengikuti pelatihan model pembelajaran (Foto:Edo/Batamnews)

Karimun, Batamnews - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), menggelar pelatihan model pembelajaran bagi para tenaga pendidik. Mereka diberikan pembekalan dalam meningkatkan kemampuan para guru dimasa pandemi Covid-19.

Sehingga, dengan sistem pembelajaran yang kini mengatakan teknologi atau secara daring, juga dapat dipahami oleh guru dalam memberikan pembelajaran.

Adapun pelatihan yang tersebut diikuti para guru mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan SLB se-Kabupaten Karimun dan berlangsung mulai tanggal 4 hingga 9 November 2021.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan bahwa untuk pelatihan yang dilakukan itu akan berlangsung dengan beberapa tahap.

Baca juga: 96 Ribu Lebih Warga Karimun Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis 2

"Untuk gelombang pertama, ada 682 guru yang mengikuti pelatihan. Nanti akan ada gelombang selanjutnya," kata Rafiq.

Kegiatan pelatihan Model Pembelajaran itu juga dalam rangka HUT PGRI Ke-76 tahun, serta Hari Guru Nasional dengan tema 'Pentingnya Kreatifitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju'.

"Sehingga, dengan kondisi saat saat ini, pola lama dalam pembelajaran ditinggalkan, dan diganti dengan daring. Tinggal bagaiman kita menyikapinya," ucap Bupati.

Untuk itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menunjang kegiatan guru dalam memberikan pembelajaran.

Baca juga: Pedagang Enggan Jualan di Dalam Pasar Mutiara Tanjungubatu

Sementara itu, Ketua PGRI Karimun, Muhammad Kudri mengatakan bahwa pelatihan model pembelajaran bagi guru itu, untuk mengupgrade kemampuan tenaga pendidik dimasa Pandemi Covid-19.

"Pelatihan terus kita lakukan, untuk upgrade kemampuan teman-teman guru," ujarnya.

Disebutkan juga bahwa, dengan kemajuan teknologi saat ini juga harus dapat dipahami, diserap dan diterapkan oleh guru. Dimana, guru agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan menyesuaikan diri agar tidak terjadi kesenjangan.

"Sekarang sudah berubah, harus manfaatkan digital. Tentu harus sesuaikan diri, agar pembelajaran sesuai dengan perkembangan dan Guru tidak tertinggal dengan zaman," katanya.

(aha)