Viral! Ada Korban Penipuan Berawal dari Ikut Tren 'Add Yours' di IG

Viral! Ada Korban Penipuan Berawal dari Ikut Tren

Foto: tangkap layar Instagram.

Batam, Batamnews - Fitur stiker Add Yours di Instagram tengah jadi sorotan netizen pada awal pekan ini usai sejumlah cuitan viral di Twitter menyoroti bagaimana fitur tersebut dapat menjadi ladang kebocoran data pribadi.

Add Yours sendiri merupakan fitur berbagi topik posting-an di Instagram Story. Lewat fitur ini, seorang pengguna dapat memulai suatu rantai posting dengan mengunggah foto dan menambahkan sticker Trends agar nantinya diikuti oleh followers-nya.

Belakangan, fitur Instagram Add Yours mendapat sorotan setelah netizen menyadari bahwa fitur itu dapat digunakan untuk mendorong pengguna membocorkan data pribadi mereka sendiri.

Netizen di Twitter mengaku bahwa mereka pernah melihat sticker Trends yang meminta orang untuk share KTP, hingga berbagi variasi nama panggilan.

Baca juga: Anji 'Hapus' Ratusan Foto dan Karya di Instagram

Terkait Add Yours yang terakhir disebutkan itu, seorang warganet bernama Dita Moechtar bahkan menyebut bahwa temannya telah menjadi korban penipuan usai ikut Add Yours bernama variasi nama panggilan. Sang penipu diduga mengetahui panggilan masa kecil korban lewat rantai Trends tersebut.

"Pagi tadi temen saya telepon, nangis-nangis habis ditipu katanya. Biasalah, penipu yang telepon minta transfer gitu," kata Dita dalam kicauannya, Selasa (23/11/2021).

Mengetahui variasi panggilan seseorang dapat menjadi informasi penting bagi seorang penipu yang hendak menjalankan aksinya. Dengan pengetahuan nama panggilan seseorang, penipu dapat meyakinkan korban bahwa ia dapat dipercaya hingga lancar menjalankan aksi manipulasi dan penipuan.

Sticker Add Yours variasi nama panggilan sudah diikuti oleh lebih dari 1,1 juta pengguna Instagram.

 

Fitur Add Yours pun memungkinkan orang lain untuk bisa melihat posting-an dari pengguna yang mengikuti rantai posting. Dalam hal ini, kamu cukup klik sticker Add Yours di posting Story orang lain, dan nantinya posting seluruh pengguna Instagram yang mengikuti Trends tersebut akan ditampilkan.

Netizen umumnya merasa bahwa fitur Add Yours dapat disalahgunakan untuk mendorong orang membocorkan data pribadinya sendiri. Tak sedikit pula yang menyalahkan pengguna karena oversharing demi mengikuti tren konten yang lagi viral.

Menurut penjelasan perwakilan Meta, selaku perusahaan induk Instagram, mereka akan menghapus posting Add Yours yang mengandung informasi data pribadi pengguna.

"Privasi dan keamanan informasi data pribadi pengguna merupakan hal fundamental yang sangat penting bagi Instagram. Kami berupaya keras untuk menjaga informasi dan identitas pribadi pengguna, dan kami tidak memperbolehkan pengguna memposting informasi pribadi atau bersifat rahasia, baik tentang diri mereka sendiri maupun orang lain," kata perwakilan Meta dilansir dari kumparanTECH, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: WhatsApp hingga Instagram Berangsur Pulih Usai 6 Jam Down

Ini bukan kali pertama tren viral di media sosial memiliki risiko kebocoran data pribadi. Sebelumnya, pada awal tahun ini jagat media sosial Indonesia dihebohkan dengan tren sharing sertifikat vaksinasi yang mana memuat nama, NIK hingga tanggal lahir pengguna.

Menanggapi isu ini, ahli keamanan siber Pratama Persadha menyebut bahwa perilaku sharing konten netizen Indonesia memang berisiko.

"Fitur ini bisa diakses oleh siapa pun secara publik, jadi selain harus berhati-hati dalam memposting, juga harus hati-hati dalam mengikuti challenge. Hindari challenge yang menyuruh kita menyebutkan data pribadi," sambungnya.

Menurut Pratama, fenomena ini muncul karena kurangnya edukasi keamanan siber sejak dini. Edukasi keamanan siber sebenarnya bukan hanya agar tidak terkena virus dan malware, namun juga menghindari bentuk kejahatan tradisional yang menggunakan data dari internet untuk menunjang aksi mereka.

(ruz)