Pengamat: Sektor Ekraf di Batam Minim Perhatian

Pengamat: Sektor Ekraf di Batam Minim Perhatian

Ekonomi kreatif. (Foto: Dok. UTS/ilustrasi)

Batam, Batamnews - Pengamat Ekonomi, Rafki Rasyid menganggap pemerintah kurang memberikan perhatian di sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang kini terimbas pandemi saat ini

Dia menyebutkan bahwa ekraf di Batam relatif minim kontribusi. Selain itu, juga kekurangpahaman banyak orang akan pentingnya mendorong pertumbuhan di sektor tersebut.

"Saya sependapat bahwa ekonomi kreatif di Batam relatif minim perhatian. Salah satu penyebabnya karena kontribusinya yang masih relatif kecil," ujar, Rafki Rasyid, Jumat (8/10/2021).

Seperti diketahui, ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas, dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi yang utama. 

"Kalau dari pemerintah pusat sudah cukup baik. Mungkin perlu didorong lagi dari pemerintah daerah," ujar Rafki yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam tersebut.

Sementara itu, untuk pariwisata sudah mulai bergairah tapi belum terlalu signifikan. 

"Sejauh ini, sudah banyak kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan di hotel hotel di Kepri. Baik pemerintah pusat ataupun daerah," kata Rafki.

Hal tersebut tentu menjadi acuan bahwa pariwisata mulai bangkit. Menurutnya sektor pariwisata menjadi atensi sebab itu tolak ukur kebangkitan ekonomi.

"Untuk wisatawan domestik sendiri juga masih belum menunjukkan peningkatan berarti. Mungkin karena masih belum yakin atau belum tahu soal peniadaan tes PCR di Kepri," ucap dia.

Begitu juga Travel Bubble dan dengan Singapura yang baru akan membuka perbatasan di pertengahan bulan ini. Ia harap akan banyak warga Singapura yang berkunjung ke Kepri. 

"Kemungkinan tahun depan untuk sektor pariwisata benar benar bisa mulai bangkit. Dengan catatan penularan Covid-19 bisa dikendalikan maksimal dan tidak terjadi lonjakan kasus lagi," harapnya.

(jun)