KPK Sebut Nama Azirwan dan Nurdin Basirun di Kasus Korupsi Cukai Bintan

KPK Sebut Nama Azirwan dan Nurdin Basirun di Kasus Korupsi Cukai Bintan

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Foto: Antara)

Tanjungpinang, Batamnews - Nama mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun dan Staf Khusus Gubernur Kepri Azirman disebut-sebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat penetapan Bupati Bintan Apri Sujadi sebagai tersangka.

Dalam konferensi pers yang dipimpin Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Apri Sujadi dengan inisiatif pribadi melakukan penggantian personel BP Bintan.

Bahkan, Apri juga memerintahkan Nurdin Basirun yang saat itu (Ketua Dewan Kawasan Bintan) menetapkan komposisi personel baru BP Bintan dengan menempatkan Azirwan sebagai Kepala BP Bintan dan Muhammad Salah Umar sebagai Wakil Kepala BP Bintan.

Namun kata Alexander, pada Agustus 2016, Azirwan mengajukan pengunduran diri sehingga tugas sebagai Kepala BP Bintan dilaksanakan sementara waktu oleh Muhammad Saleh Umar.

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Bintan Apri Sujadi sebagai Tersangka Korupsi

Atas persetujuan Apri Sujadi, maka dilakukan penetapan kuota rokok dan MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol) dan menerbitkan kuota rokok sebanyak 290.760.000 batang dan kuota MMEA.

Adapun kuota MMEA dengan rincian, Golongan A sebanyak 228.107,40 liter. Golongan B sebanyak 35.152,10 liter dan Golongan C sebanyak 17.861.20 liter.

KPK pun kini telah menetapkan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan tahun 2016-2018.

Kedua tersangka ditahan di tempat berbeda. Apri ditahan di Rutan pada gedung Merah Putih, sementara Saleh Umar ditahan di Rutan pada Kavling C1 Gedung ACLC.

Saat konferensi pers, keduanya dihadirkan dan telah mengenakan rompi orange dengan tulisan Tahanan KPK.

Baca juga: Apri Sujadi Rugikan Negara Rp 250 Miliar, Terima Jatah Rp 6,3 Miliar dari Pengusaha


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews