IGD Penuh, Asrama Haji Batam Jadi RS Darurat Covid-19 

IGD Penuh, Asrama Haji Batam Jadi RS Darurat Covid-19 

Asrama Haji Batam jadi lokasi rumah sakit cadangan bagi pasien Corona.

Batam, Batamnews - Perkembangan kasus Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau sudah meningkat cukup tajam. Dalam dua hari terakhir saja kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 495 dan 523 orang. 

Meyikapi lonjakan kasus Corona, Pemerintah Kota Batam sudah menyiapkan Asrama Haji sebagai rumah sakit darurat Covid-19. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan saat ini peningkatan kasus Covid-19 rata-rata harian sudah pada angka 312 orang. 

“Semakin meninggi grafiknya, kami berpikir pada akhirnya rumah sakit mengalami keterbatasan,” ujar Amsakar, Senin (19/7/2021). 

Baca: Pemerintah Siapkan 3 Opsi Sikapi Penuhnya Rumah Sakit di Batam

Dengan kasus harian yang grafiknya semakin meningkat, Amsakar mengaku segera melakukan rapat internal dengan perwakilan Puskesmas. Serta sehari setelah itu, juga melakukan pertemuan dengan para perwakilan fasilitas kesehatan (faskes) di Batam. 

“Kesimpulannya BOR (Bed Occupancy Ratio) kita masih 80 persen, tapi ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang sudah penuh,” jelas Amsakar.

Menurutnya IGD merupakan kontrol pertama, walaupun kondisi saat kamar inap masih ada. Tetapi pemeriksaan dilakukan di ruang IGD, sehingga ketika menunggu hasil tes swab Polymare Chain Reaction (PCR) kurang lebih 5 jam, maka sementara waktu pasien ditempatkan di ruang IGD. 

“Sehingga dengan kondisi itu, maka dari situ ambil langkah cepat, agar mengantisipasi masyarakat dapat terlayani dengan baik,” jelasnya. 

Baca: Bahaya! Kasus Covid-19 di Kepri Kian Tak Terkendali, Batam Tertinggi

Untuk ruangan IGD, Amsakar mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan aula Asrama Haji dan tidak menggunakan gedung yang sama dengan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpadu. 

“Jadi tidak tercampur, tenaga kesehatan juga bisa mobile,” kata dia. 

Sementara ini, aula Asrama Haji yang sudah disulap menjadi IGD sudah tersedia 35 tempat tidur. Sedangkan tenaga kesehatan sudah ditempatkan 3 dokter, 10 orang para medis. 

“Sampai saat ini belum ada yang masuk, itu artinya masih bisa ditangani oleh rumah sakit yang ada, namun saya perkirakan pasca Idul Adha, mungkin IGD Asrama Haji,” katanya. 

Sedangkan untuk alat kesehatan (alkes), Amsakar menyebutkan bahwa saat ini sudah tersedia tes saturasi, alat mengukur tensi, dan berbagai alkes lain yang diperlukan pada tahap awal. 

“Alkes lainnya seiring jalannya akan dipersiapkan refocusing APBD, prinsipnya kebutuhan minimal melayani masyarakat sudah tersedia,” kata dia. 

(ret)