Pemerintah Siapkan 3 Opsi Sikapi Penuhnya Rumah Sakit di Batam

Pemerintah Siapkan 3 Opsi Sikapi Penuhnya Rumah Sakit di Batam

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dodo

Batam, Batamnews - Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau mulai memprihatinkan.

Hingga Kamis (15/7/2021) jumlah kasus aktif mencapai 2.875 orang. Sedangkan secara kumulatif kasus Covid-19 telah mencapai 17.875 orang. 

Kondisi ini berpengaruh dalam kemampuan rumah sakit dalam merawat pasien Covid-19, terbaru angka Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan untuk ruangan isolasi sudah terisi hingga 79,79 persen dari total 678 tempat tidur. 

Sedangkan BOR Intensive Care Unit (ICU) sudah terisi hingga 79,25 persen dari total 58 tempat tidur. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan telah menyiapkan tiga opsi untuk menjawab persoalan BOR yang sudah sangat krusial. 

“Sekarang persoalan yang terjadi adalah pasien bergejala kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setiap mereka ke rumah sakit selalu tak ada. Padahal di rilis yang dikeluarkan masih tersedia," ujarnya usai memimpin rapat BOR bersama pihak rumah sakit dan Dinkes di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (16/7/2021). 

Adapun opsi yang disiapkan, pertama menyiapkan Asrama Haji sebagai rumah sakit darurat. Dalam perjalannya pendirian rumah sakit darurat ini dibutuhkan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, dan obat-obatan.

Baca: Update Corona Batam: 417 Kasus Baru, 425 Pasien Sembuh dan 12 Meninggal Dunia

"Ada yang bisa langsung dipenuhi, dan ada yang melalui pengadaan. Ini yang tadi juga kami coba carikan pemecahan masalahnya," kata dia.

Asrama Haji Jadi Transit Pasien

 

Lalu untuk opsi kedua dengan menjadikan Asrama Haji sebagai tempat transit atau IGD bagi pasien, sambil menunggu ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit. Nanti tim yang bertugas di Asrama Haji akan koordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan. 

"Kami juga harus menyiapkan peralatan selama mereka ada di IGD Asrama Haji. Ini tadi juga masih kami bahas bersama dengan tenaga kesehatan, dan OPD yang mengatur soal anggaran,” katanya.

Sebagai lanjutan rapat koordinasi tersebut, pihaknya akan membahas bersama dengan para pemilik rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang ada di Batam. 

Baca: Rumah Sakit di Batam Penuh, Seorang Warga Akhirnya Meninggal

Pada kesempatan itu nantinya, Amsakar menekankan data terbaru mengenai kapasitas rumah sakit harus terbuka diungkapkan.

"Jangan kosong terus tapi kami tak ada data. Selain itu, kami juga harus mencari tahu alasan rumah sakit tidak bisa mengambil pasien sebanyak tempat yang tersedia," jelasnya.

Mengenai perawatan bagi pasien bergejala yang terpusat di RSUD Embung Fatimah dan RSBP, ia menyampaikan masih akan dibahas kembali. 

Karena jika keputusan itu diambil, maka pemerintah harus menentukan rumah sakit lain sebagai rujukan pasien non-Covid-19. Padahal saat ini hampir seluruh rumah sakit di Batam merawat pasien Covid-19. 

"Antisipasi kami saat ini adalah meningkatkan BOR dari 30 menjadi 40 persen. Di samping mempersiapkan Asrama Haji sebagai tempat transit pasien bergejala sambil menunggu ruang perawatan di rumah sakit," kata dia.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :