Tenaga Kesehatan Kurang, Dinkes Tanjungpinang Butuh Relawan Covid-19
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, dr Nugraheni Purwaningsih (Foto:Yude/Batamnews)
Tanjungpinang, Batamnews - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), saat ini kekurangan relawan untuk vaksinasi dan pengawas pasien isolasi mandiri.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, dr Nugraheni Purwaningsih. Kata dia, kurangnya relawan tersebut dikarenakan meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang.
Ia menyebut, kondisi ini membuat Dinkes kewalahan, pasalnya nakes yang ditugaskan tidak sesuai dengan jumlah pasien. Tenaga kesehatan di Kota Tanjungpinang sudah mulai berjatuhan dibandingkan awal-awal kasus Covid-19 kemarin.
“Saat ini kalau tidak ada relawan yang masih ada dan tidak ada bantuan dari pihak lain, saya tidak tau bagaimana cara mengatasi ini,” ujarnya, Jumat (16/7/2021).
Baca juga: Polres Tanjungpinang Perpanjang Operasi Aman Nusa II Hingga 2 Agustus
Dia mengaku baru-baru ini sudah mengajukan ke Wali Kota untuk mencari tambahan relawan dan sudah merekomendasikan ke direktur Poltekes Tanjungpinang.
“Poltekes merekomendasikan ada 25 orang, tapi yang datang hanya 4 orang karena yang lainnya tidak diizinkan oleh orang tuanya. Itu saja untuk menyebarkan bantuan, saya juga yakin bakal cukup,” tuturnya.
Dari data pasien isolasi mandiri yang diberikan Nugraheni, jumlah pasien isoman di Tanjungpinang sudah mencapai ribuan orang. Di daerah Batu 10 ada 267 orang yang harus diawasi, di Sei Jang ada 371 orang dan yang di daerah Mekar Baru itu ada 400 orang yang harus diawasi oleh petugas kesehatan.
Jumlah pasien isoman itu tentunya sangat jauh dengan jumlah nakes yang hanya berjumlah 5 sampai 20 di setiap puskesmas.
Baca juga: Provinsi Kepulauan Riau Tambah 625 Kasus Baru Positif Corona
“Itu 24 jam loh diawasi, kadang malam-malam nelpon ada yang sesak. Itu aja petugas yang siftnya 3 kali aja capek untuk mengawasi ini. Apalagi mengawasi 400 orang, 300 orang dan tempatnya menyebar. Kalau tempatnya terpadu masih enak,” ucapnya.
Jadi,dia mengatakan bahwa saat ini yang sangat dibutuhkan adalah relawan Covid untuk mengawasi pasien isolasi mandiri. Lalu kalau rumah sakit, sudah optimal tempatnya dibuatkan semacam tenda darurat.
“Kami kalau di kesehatan itu, kalau boleh menyerah akan menyerah, tapi kan kami nggak boleh menyerah,” pungkas Nugraheni.

Komentar Via Facebook :