Sagu Lenggang Khas Lingga yang Tak Bisa Bergoyang Tapi Mengenyangkan

Sagu Lenggang Khas Lingga yang Tak Bisa Bergoyang Tapi Mengenyangkan

Sagu Lenggang (Foto:ist)

Lingga, Batamnews - Sagu lenggang merupakan salah satu makanan pengganti beras yang dibuat oleh para ibu rumah tangga di sejumlah perkampungan penghasil sagu di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).

Sagu lenggang bukan berarti sagu ini bisa bergoyang. Entah dari mana awal mula penyebutan nama sagu lenggang tersebut, apakah karena cara pembuatannya yang digoyang, wallahualam.

Di Lingga, produksi sagu lenggang yang memiliki bentuk bulat kecil berwarna putih kecoklatan ini masih skala rumahan. Belum ada kemasan khusus untuk makanan yang sudah ada sejak zaman dahulu ini.

Baca juga: Tradisi Malam 7 Likur di Lingga yang Tak Pernah Hilang Meski Dihadang Corona

Tekstur sagu lenggang memang sedikit keras. Makanya, makanan ini paling pas disantap dengan ikan gulai atau lauk yang berkuah.

Bagi yang belum pernah menyantap makanan ini, pasti merasa sedikit aneh. Namun, lama kelamaan pasti akan merasakan sensasi yang berbeda, ditambah lagi ketika dimakan dengan ikan gulai.

Dalam proses pembuatannya, sagu lenggang dibuat dari sagu basah yang diayak dengan ayak khusus dan menghasilkan butiran halus.

 

Setelah itu sagu diletakkan di atas tikar pandan khusus untuk dilenggang sehingga berbentuk butiran yang lebih bulat. Selanjutnya butiran sagu digongseng di dalam kuali (wajan) besar sampai matang.

Butiran sagu yang matang keadaannya mengeras. Setelah matang, butiran sagu diayak dengan ayak khusus supaya bersih dari debu dan sisa yang tidak berguna. Butiran sagu yang matang ini disebut sagu lenggang.

Untuk mendapatkan sagu lenggang di Daik Lingga cukup mudah. Biasanya, sagu ini dijual di warung-warung kecil yang ada. Harganya pun cukup terjangkau.

Baca juga: Budaya di Lingga Bikin Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel Tersanjung

Untuk satu kampit kecil yang isinya sekitar satu canting kaleng bekas susu kental harganya berkisar Rp3000-Rp5000. Kemudian, juga bisa dibeli per kilogram (kg) dengan harga berkisar dari Rp40.000-Rp80.000.

Selain bisa disantap begitu saja, sagu lenggang juga menjadi salah satu bahan dasar warga Lingga membuat kudapan lezat lainnya yakni bubur lambok. Selain bubur lambok, juga ada yang namanya keripik sagu lenggang.

Makanan ini sama enaknya. Jadi, buat Anda yang penasaran bagaimana cara memakan butiran kecil ini dan bagaimana rasanya? Silahkan dicoba.

(ruz)