'Radar' Jokowi Mengubah Wajah Pulau Subi Natuna yang Dulunya Terpencil
Pulau Subi. (Dok. Riky Rinovsky)
Natuna, Batamnews - Kendati jauh dari istana, ternyata pulau perbatasan Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri tak luput dari pantauan 'radar' Presiden RI Jokowi.
Pulau Subi merupakan satu daerah di ujung utara Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Jokowi memang dikenal dengan prioritas pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) selama ini.
Baca juga: Lima Warga Subi di Natuna Terpapar Corona, Status Zona Hijau Jebol
Jokowi juga pernah berjanji membangun Indonesia dari garis depan.
Kabupaten Natuna memiliki 15 kecamatan, 6 kelurahan dan 70 desa (dari total 70 kecamatan, 141 kelurahan dan 275 desa di seluruh Kepulauan Riau). Untuk Kecamatan Subi memiliki delapan desa. Masyarakatnya dominan sebagai nelayan.
Wujud nyata negara hadir di depan mata kini mulai dirasakan warga di perbatasan utara NKRI tersebut.
Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono pemerintah pun menjemput harapan.
Baru baru ini melalui Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Ridwan Mulyana membawa para penyuluh ahli di bidangnya.
Baca juga: Wan Siswandi Minta Kecamatan Subi Pertahankan Status Zona Hijau Corona
Para ahli itu langsung terjun ke Pulau Subi memberikan penyuluhan perikanan kepada nelayan dan masyarakat, lengkap dengan langkah memperkuat pondasi perekonomian warga.
Mundur ke belakang, pulau ini begitu sulit akan akses transportasi. Namun kini hadir kapal Roro, Tol laut Pelni, begitu juga kapal perintis KM Sabuk Nusantara 80 yang bersandar di dermaga Pelabuhan Subi.

Stasiun pengisian bahan bakar di pulau subi.
Pelabuhan dengan panjang dermaga 2 Km ini pun dibangun pemerintah melalui Kemenhub.
Warga nelayan yang dulunya sulit mendapatkan es untuk mengawetkan tangkapan ikan mereka kini mensyukuri adanya listrik 24 jam. Pusat kesehatan, sarana umum tempat tempat ibadah bisa berfungsi optimal. Gerak ekonomi warga kian membaik.
Selain infrastruktur, Jokowi juga menerapkan kebijakan seperti “BBM Satu Harga”, sebagai wujud nyata pemerataan energi di Indonesia termasuk Natuna. Yang gelap kini menjadi terang dengan fasilitas listrik.

PLN Subi
Pada situasi pandemi melanda dunia saat ini, dimana anak sekolah harus belajar di rumah mengunakan sarana daring, mereka cukup terfasilitasi dengan akses layanan jaringan Internet 4G.
Baca juga: Subi, Satu-satunya Wilayah Natuna yang Nihil Corona
Perairan Pulau Subi terkenal sebagai spot Ikan. Hasil lautnya bahkan disebut memenuhi permintaan pasar di 15 kecamatan di Kabupaten Natuna seperti kecamatan Bunguran Barat, Bunguran Timur, Midai, Serasan, Pulau Tiga, Pulau Laut.
Tak dipungkiri Pulau Subi merupakan lumbung ikannya Kabupaten Natuna.
Penulis berkesempatan mengarungi daerah ini rombongan penyuluh perikanan Jumat, (11/6/2021) sore.
Perjalanan ditempuh dari pusat kabupaten Natuna sekitar 7 jam menggunakan kapal pompong.
Sementara menuju Kalimantan sekitar 17 jam, Perjalanan laut menuju Sematan, Malaysia, sekitar 8 jam.
Cerita lebih dalam, dimana jarak antara Pulau Subi Besar dengan Pulau Subi kecil tidak terlalu jauh dan mudah ditempuh, hanya melewati penghubung jembatan beton yang ada di Selat Nasi, yang sebenarnya lebih tepat disebut Kukupan Nasi.
Penulis: Riky Rinovsky

Penggiat Sosial di Kabupaten Natuna, aktif sebagai anggota Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala)
Komentar Via Facebook :