https://www.batamnews.co.id

Tak Ingin Seperti India, Rudi Setop Belajar Tatap Muka Sekolah di Batam

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Lonjakan kasus baru positif Covid-19 membuat pembelajaran sekolah tatap muka di Kota Batam, Kepulauan Riau dihentikan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memutuskan aktivitas pembelajaran kembali beralih  secara online (daring). 

"Kami ingin melindungi anak-anak dari penyebaran. Jadi karena itu sekolah tatap muka kembali ditiadakan," ujar Rudi, Selasa (4/5/2021). 

Baca: Kondisi Terkini Covid-19 di Batam: 76 Kasus Baru, 706 Pasien Dirawat

Rudi mengatakan keputusan itu diambil juga berdasarkan desakan dari berbagai pihak. Karena sebagian besar merasa khawatir adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. 

“Pembelajaran secara online akan mulai diterapkan lagi tanggal 8 Mei mendatang, hingga batas waktu yang ditentukan, melihat kondisi Covid-19 nantinya,” jelasnya. 

Saat ini kata Rudi, siswa-siswa sudah menyelesaikan ujian dan sudah masuk masa libur. Selain itu pihak sekolah juga sedang mempersiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang juga dilaksanakan secara daring. 

"Nanti kita lihat dulu perkembangan, kalau kasus masih tinggi bisa jadi tahun ajaran baru anak-anak belajar daring. Jika sebaliknya anak-anak bisa kembali belajar di sekolah," jelas Rudi.

Baca: Siswa Terpapar Covid-19, 3 Sekolah di Batam Setop Belajar Tatap Muka

Rudi menyebutkan hingga 2 Mei 2021, total pasien Covid-19 di Batam mencapai 7.323 orang. Dari total itu, 6.454 pasien sudah sembuh, 161 pasien meninggal dunia, dan 708 pasien masih dirawat.

"Mau tidak mau, kebijakan ini (menerapkan sekolah daring) bakal kita ambil lagi," jelasnya.

Selain penerapan sekolah daring, Rudi juga akan mempertegas penindakan disiplin Protokol Kesehatan. Kebijakan tersebut bukan tanpa pertimbangan. 

Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, ia ingin mengantisipasi agar kasus Covid-19 tidak melonjak terus.

"Sudah banyak desakan. Kita tak ingin seperti India, jangan sampai kasus Covid-19 di Batam tidak tertangani," katanya.

Untuk itu, ia meminta semua masyarakat Batam wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Penularan virus ini dari manusia ke manusia, wajib hukumnya menerapkan protokol kesehatan. Sekali lagi pesan saya jangan lupa pakai masker, masker, dan masker. Serta yang paling penting hindari kerumuman dan jaga jarak," imbaunya.

Baca: Risaukan Lonjakan Kasus Corona, Amsakar: Warga Mulai Jenuh

(ret)