Di Hadapan Menteri Wahyu, Ansar Janji Optimalkan Potensi Kelautan Kepri

Di Hadapan Menteri Wahyu, Ansar Janji Optimalkan Potensi Kelautan Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono di Batam. (Foto: ist)

Batam - Setelah meluncurkan pemungutan retribusi area labuh jangkar di laut Kepri, Gubernur Ansar Ahmad siap mengoptimalkan potensi perikanan dan kelautan lainnya.

"Ini semua sesuai dengan visi misi kami yaitu optimalisasi potensi kemaritiman. Apalagi Kepri 96 persennya adalah lautan. Muara dari semua ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Ansar usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, di Batam, Selasa (9/3/2021). 

Ansar mendampingi Menteri Wahyu melakukan peninjauan kesiapan PT Mandra Guna Gema Sejati. Peninjauan ini terkait dengan bakal beroperasinya kembali perusahaan pengalengan ikan tersebut. 

Ansar setelah dilantik sebagai Gubernur Kepri berjanji akan fokus membangkitan ekonomi Kepri secara menyeluruh. Berbagai koordinasi terus dilakukan, termasuk dengan berbagai kementerian. 

Sebelum bersama Menteri Wahyu, Ansar telah bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan itu juga dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi Kepri secara menyeluruh. 

"Saya meminta pemerintah pusat membantu secara penuh pemulihan ekonomi di Kepri dengan program-program yang dibiayai dari pusat," kata Ansar kepada Airlangga. 

Sementara Menteri Kelutan dan perikanana Wahyu, sebelum meninjau pelabuhan dan perusahaan pengalengan, meresmikan penggunakan Kapal Pengawasan Perikanan Hiu 16 dan Hiu 17 di Pangkalan PSDKP, Jembatan 2, Barelang. 

“Dengan adanya Kapal Hiu 16 dan Hiu 17 tentu akan menjadikan perairan laut Indonesia akan lebih aman terlebih terhadap pengawasan terhadap illegal fishing,” kata Wahyu. 

Peresmian kapal ini menjadikan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) memiliki 30 unit kapal. Selain cepat dan stabil, dua kapal ini juga dibangun dengan teknologi kapal yang terkini. 

Dua kapal ini, juga akan ditempatkan tak jauh dari perairan Kepri. Satu kapal ditempatkan khusus di perairan Kepri dan satu lagi di Selat Malaka. Dengan pengawasan yang ketat, terutama dari ilegal fishing, Menteri Wahyu berharap nilai ekspor ikan dan hasil laut lainnya akan meningkat. 

"Pemerintah juga akan membangun posko di Natuna dalam waktu dekat ini. Kehadiran kapal pengawsan dan posko-posko ini akan semakin menegaskan bahwa peran pemerintah langsung dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

(sut)