https://www.batamnews.co.id

52 Persen Nakes di Meranti Sudah Divaksin Covid-19, Ini Efek yang Dirasakan

Seorang tenaga kesehatan di Meranti menerima vaksin Covid-19. (Foto: Juna/batamnews)

Meranti - Sedikitnya 52 persen dari 919 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau telah melewati tahapan vaksinasi Covid-19 sudah dosis kedua. 

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan tahap pertama vaksinasi yang diprioritaskan untuk nakes di Meranti belum selesai. 

"Namun saat ini sudah berjalan dosis kedua pemberian vaksin kepada mereka, 52 persennya sudah rampung," ujar Fahri, Kamis (25/2/2021).

Nakes yang belum menerima vaksin dosis pertama masih ada sekitar 15 persen, akibat penundaan karena beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan. Artinya untuk dosis pertama sudah sekitar 85 persen yang divaksin

"Rata-rata kondisinya bermacam-macam yang dialami nakes, sehingga belum bisa divaksin. Seperti tekanan darah tinggi dan gejala ringan lainnya. Kalau untuk nakes sedang hamil, vaksinnya diberikan setelah dia melahirkan," jelasnya.

Ia mengakui Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi (KIPI) Sinovac yang diberikan pada nakes hanya bersifat ringan. Hal tersebut tidak menimbulkan reaksi serius.

"Sampai saat ini tidak laporan yang mengalami gejala serius. Hanya keluhan biasa seperti mengantuk, pusing, demam, batuk, dan pilek yang dialami nakes, saat diobservasi selama 30 menit pasca divaksinasi," papar Fahri.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama terhadap nakes ditargetkan rampung pada akhir Februari 2021. Setelah itu dilanjutkan lagi pada tahap kedua yang menyasar pada petugas pelayan publik; TNI dan Polri.

"Sebenarnya 21 Februari sudah harus selesai vaksinasi tahap pertamanya. Tapi karena ada yang belum terealisasi ke seluruh nakes, jadi Insha Allah kita targetkan akhir Februari ini sudah rampung semunya. Untuk tahap keduanya kita sedang proses pendataan," bebernya.

Adapun nakes di Meranti yang menerima vaksinasi COVID-19 berjumlah 919 orang yang berasal dari fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit. 

Pelaksanaannya digelar sejak Jumat (5/2/2021) lalu, dengan interval pemberian vaksin dosis satu ke dosis dua berjarak 14 hari sejak penyuntikan pertama berlangsung. 

(CR-8)