Risiko Mengonsumsi Daging Kucing bagi Kesehatan
Ilustrasi.
Batam - Pembantaian seekor kucing di Batam, Kepulauan Riau viral di media sosial. Binatang itu dihabisi secara sadis menggunakan sebuah kapak.
Pelaku bernama Bolen Sili Petrus (62) ditangkap polisi di daerah Batu Merah, Batu Ampar pada Rabu (17/2/2021) malam.
Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto menjelaskan, motif pelaku membunuh kucing tersebut adalah untuk dikonsumsi sebagai obat.
“Dia mengonsumsi daging kucing dikarenakan pelaku ada sakit darah tinggi, dan menurut keyakinannya bahwa daging kucing bisa menurunkan penyakit darah tinggi sehingga pelaku mengkonsumsi daging kucing,” kata Arie, Kamis (18/2/2021).
Baca: Terungkap! Ini Alasan Pria di Batam Kampak Kepala Kucing di Parkiran Indomaret
Lalu efektifkah mengonsumsi daging kucing bisa mengobati penyakit asma?
Raymond Craza dari Temple University menyebut ada efek kesehatan besar yang akan timbul dari konsumsi daging kucing.
Kucing adalah tuan rumah yang sempurna untuk penyakit partasit seperti Lyme atau demam tinggi yang sangat berbahaya bagi wanita hamil dan bayi.
"Kucing adalah inang primer parasit yang menyebabkan toksoplasmosis yang akan memberikan ancaman kelainan bentuk serius pada bayi," tulis Raymond dalam penelitiannya yang berjudul Consumption of Domestic Cat in Madagascar: Frequency, Purpose, and Health Implications, dikutip dari Science Daily oleh detikcom.
Daging kucing juga mengancam penularan infeksi bakteri seperti Clostridium botulinum. Dengan adanya informasi tersebut, peneliti mendesak untuk melakukan studi pada konsumsi anjing karena banyak masyarakat yang juga mengonsumsi dagingnya.
Komentar Via Facebook :