Covid-19 Belum Reda, Pemprov Kepri Kini Waspada Virus Nipah dari Malaysia
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia(Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia)
Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepri mengimbau kepada warga Kepri agar waspada terhadap Virus Nipah yang kini juga merebak di Malaysia.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Mochammad Bisri. Apalagi menurut Bisri, Provinsi Kepri dan Malaysia merupakan wilayah berbatasan secara langsung.
Baca juga: Jadi Ancaman Pandemi Baru, Ini Sederet Cara Hindari Penularan Virus Nipah
"Kepri dan Malaysia ini berbatasan langsung, walau dibatasi lautan. Namun, tidak menutup kemungkinan Virus Nipah ini bisa menyeberang ke Kepri dengan perantara orang, barang, binatang dan produk makanan dan buah-buhan dari Malysia," kata Bisri, Senin (1/2/2021).
Untuk itu tegas Bisri dirinya mengajak semua pemangku kebijakan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Balai Karantina Pertanian dapat memperketat arus lalu lintas penumpang dan barang di pintu-pintu masuk di Kepri.
"Kita sangat berharap kepada mereka dari segi pengawasan untuk menjaga agar virus apapun dari luar negeri tidak masuk ke daerah kita," harap Bisri.
Virus Nipah tersebut lanjut Bisri berpotensi menyebar ke Indonesia melalui perantara hewan ternak, seperti babi dan kelelawar pemakan buah dari Malaysia.
Ia mengingatkan masyarakat terutama anak-anak untuk tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar, misalnya mangga dan jambu.
Saat membeli buah-buahan di pasar, warga harus mencuci terlebih dulu dengan bersih agar benar-benar fresh dan sehat.
"Virus Nipah memang belum dilaporkan terjadi di Indonesia, khususnya Kepri. Tapi kita wajib waspada, apalagi WHO menyatakan kalau virus ini berpotensi jadi pandemi," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Pengawasan dan Penindakan (P2) Karantina Pertanian Tanjungpinang melaksanakan Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Sabtu (30/1/2021) lalu.
Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran maka pihaknya mengedepankan untuk mengedukasi masyarakat untuk patuh dan lapor karantina.
"Virus Nipah yang terjadi di Malaysia harus menjadi kewaspadaan kita semua, karena penyakit ini bersifat zoonosis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia," kata Raden.
Baca juga: Waspada Virus Nipah, Karantina Tanjungpinang Razia Produk Pertanian dari Malaysia
Operasi patuh karantina merupakan eksistensi Pejabat Karantina Pertanian ke masyarakat di semua tempat pemasukan dan pengeluaran, baik itu di pelabuhan maupun bandara.
Operasi patuh juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait di pelabuhan, sehingga hasil operasi patuh akan menjadi bahan evaluasi dan penentu kebijakan pimpinan.
Komentar Via Facebook :