Bencana Kabut Asap
Pesawat Mendarat di Hang Nadim Batam di Tengah Kabut Asap Tebal
Kabut asap yang terlihat di Provinsi Kepri. (Foto: Repro)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kondisi kabut asap hingga kini masih tebal dan menyelimuti Kota Batam. Sebelumnya Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan sejumlah pelabuhan internasional terganggu.
Sejumlah penerbangan dan pelayaran dilarang beroperasi. Jarak pandang bahkan hanya tinggal sekitar di bawha 500 meter.
Sore ini, kabut asap masih terlihat cukup tebal, namun jarak pandang masih sekitar 1 kilometer.
Di Bandara Hang Nadim, kabut asap terlihat cukup tebal. Hujan terlihat turun sekitar sore hari. Namun sejumlah pesawat masih tetap mendarat.
Menurut operator pelabuhan internasional Batam Centre, Centre Point Batam, pada Senin 28 September ada sekitar 9 kapal yang tertunda keberangakatan. Lima kapal rute Singapura dan 4 kapal ke Malaysia.
“Sesuai intruksi Kakanpel Syahbandar pelayaran terpaksa harus ditunda,” ujar Nika Astaga Manager Operasional PT.Synergi, pengelola pelabuhan International Batam Centre kepada batamnews.co.id pada Kamis,(1/10/2015).
Sedangkan pagi tadi, kata Nika, belum ada instruksi pembatalan keberangakatan akibat dampak dari kabut asap tersebut.
Meskipun pagi tadi, kabut asap masih cukup tebal. Nika mengatakan, kondisi kabut asap ini sudah sangat parah.
Tidak saja bagi pelayaran, namun yang lebih mengkhawatirkan terhadap keselamatan dan kesehatan.
"Kita sebagai pemilik hutan terbesar di dunia dan sebagai negara paru paru menyanyangkan kondisi kabut asap yang mencorengkan nama bangsa," kata dia.
[is/snw]
Komentar Via Facebook :