Teror Pembunuhan Sadis di Batam
Kapolresta Barelang Kombes Asep Minta Maaf ke Masyarakat Batam
Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin. (foto: alfi kurnia)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Kamtibmas ) di lantai II DPRD Batam pada Kamis, (1/10/2015) pagi.
Rakor diikuti Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Syafrudin, Danlanal Batam Kolonel (L) Eko Ribut Suyatno, Komandan Marinir X Satria Bumi Yudha (SBY) Mayor Mar Nioko, Dandim Kota Batam, Direktorat Pengamanan BP Batam, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Kepala Dinas Kependudukan Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin serta beberapa organisasi kemasyarakatan. Rakor ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I Nyanyang Harris.
Fokus utama yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, komisi I DPRD Kota Batam meminta penjelasan kepada kepolisian soal keamanan serta kasus pembunuhan yang marak terjadi di Kota Batam akhir-akhir ini.
"Peristiwa kasus pembunuhan yang marak terjadi di Kota Batam merupakan hal yang tidak diinginkan,"ujar Kapolresta Barelang.
Kombes Asep Syafrudin mengatakan, Polresta Barelang setiap bulan selalu melakukan ekpose kasus kejahatan agar masyarakat dapat mengetahui.
Asep menyampaikan kondisi sosial, angka pengangguran menyebabkan angka kriminalitas di Batam tinggi.
"Rentetan kasus pembunuh selama dua tahun ini baru beberapa saja yang diungkap,"ujar Asep.
Kapolresta meminta maaf kepada masyarakat atas banyaknya kasus yang belum bisa diungkap dan disampaikan kepada masyarakat.
Ia menuturkan, angka kriminalitas yang tinggi dalam dua tahun ini menjadi penelitian bagi jajarannya dan upaya untuk mengungkapkan kasus yang masih teka-teki seperti kasus pembunuhan Dian Milenia siswa SMA Negeri 1 Sekupang.
Ia mengakui pihaknya telah dibantu oleh Mabes Polri, Polda Kepri serta dari laboratorium forensik Polda Sumut. Ia menyatakan pihaknya terus bekerja keras untuk segera menangkap pelakunya.
"Untuk memberikan keamanan, saat ini kami telah menggelar patroli 24 jam seperti yang dilakukan beberapa minggu lalu bersama Komandan 134 Raider Letkol Ucu Risyana," pungkasnya.
Selain membahas soal kasus pembunuhan, rakor itu juga menyoroti persoalan perparkiran dan aturan memakai sepeda motor ke sekolah bagi para siswa.
(jim)
Komentar Via Facebook :