Krisis Keuangan Hantam Maskapai Malaysia Airlines

Malaysia Airlines. (Foto: Routesonline)

Singapura - Pandemi Corona benar-benar menghantam industri penerbangan di seluruh dunia. Terkini, krisis menerpa Malaysia Aviation Group, perusahaan induk Malaysia Airlines.

Reuters melaporkan, dalam sebuah surat mereka mengalami kendala keuangan dan kemungkinan tidak membayar utang kepada perusahaan pembiayaan (lessor) usai November mendatang. Terkecuali, mereka bisa mendapatkan bantuan keuangan dari negara.

Surat itu, ditinjau oleh Reuters, mengikuti permintaan oleh maskapai yang bermasalah untuk diskon besar-besaran pada penyewaan pesawat dari lessornya sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang luas, kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Malaysia Airlines kemudian mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (2 Oktober) bahwa mereka telah menghubungi lessor, kreditor, dan pemasok utamanya baru-baru ini saat mereka memulai latihan restrukturisasi yang mendesak.

Menurut surat tersebut, grup penerbangan tersebut mengalami "pembakaran tunai operasi bulanan rata-rata sebesar US $ 84 juta" tetapi hanya memiliki likuiditas sebesar US $ 88 juta per 31 Agustus dan tambahan US $ 139 juta tersedia dari Khazanah selaku pemegang saham tunggal.

"Berdasarkan run-rate saat ini, tidak adanya pendanaan lebih lanjut dari pemegang saham, grup kemungkinan tidak akan dapat memenuhi kewajibannya, termasuk pembayaran kepada lessor, pasca November 2020," katanya dikutip Batamnews dari Channel News Asia, Sabtu (3/10/2020).

Surat itu dikirim ke lessor bulan lalu, tetapi tanggal pastinya tidak diketahui.

Khazanah, dana kekayaan kedaulatan negara, mengatakan mendukung upaya restrukturisasi maskapai, tetapi jika terbukti tidak berhasil, perlu mengevaluasi opsi tentang cara menjaga konektivitas untuk Malaysia.
 

(gea)