India-China Sepakat Redakan Ketegangan di Perbatasan

India-China Sepakat Redakan Ketegangan di Perbatasan

Tentara China di perbatasan India. (Foto: AFP)

Muhammad Ikhsan

Batam - Menteri luar negeri India dan China bersepakat pasukan mereka harus menjaga jarak aman dan meredakan ketegangan di wilayah gurun dingin Ladakh, lokasi bentrokan kedua belah pihak beberapa hari lalu.

Menlu India S.Jaishankar dan Menlu China Wang Yi bertemu di Ibu Kota Moskow Rusia pada Kamis malam dan mereka setuju “situasi saat ini di daerah perbatasan tidak menyenangkan untuk kepentingan kedua belah pihak” demikian menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan Jumat (11/9/2020), seperti dikutip dari The Mainichi.

Mereka tidak menetapkan batas waktu apapun untuk menarik puluhan ribu pasukan sejak Mei, tetapi setuju kedua belah pihak harus mematuhi semua perjanjian dan protokol yang ada tentang urusan perbatasan China-India, menjaga perdamaian dan ketegangan di daerah perbatasan serta menghindari tindakan apapun yang dapat meningkatkan masalah.

Awal pekan ini, Jaishankar menggambarkan situasi di sepanjang Garis Kontrol Aktual sebagai “sangat serius” dan mengatakan keadaan perbatasan tidak dapat dipisahkan dari keadaan hubungan.

 

Kedua negara sepakat ketika situasi mereda, mereka harus mempercepat pekerjaan untuk menyimpulkan langkah-langkah membangun kepercayaan baru demi memelihara dan meningkatkan perdamaian serta ketenangan di daerah perbatasan.

“Hubungan China-India sekali lagi menemui persimpangan jalan, keharusannya adalah untuk segera menghentikan provokasi seperti penembakan dan tindakan berbahaya lainnya yang melanggar komitmen yang dibuat oleh kedua belah pihak,” jelas Wang dalam pernyataan terpisah.

“Juga penting untuk memundurkan semua personel dan peralatan yang telah masuk tanpa izin, pasukan perbatasan harus segera melepaskan diri sehingga situasi dapat mereda,” tambahnya.

Kedua menlu bertemu di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri Shanghai Cooperation Organization. Badan tersebut terdiri dari China, India, Pakistan, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Perbatasan sepanjang 3.500 kilometer yang menjadi sengketa antara dua negara membentang dari wilayah Ladakh di utara, hingga negara bagian Sikkim di India.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :