Alias Wello-Dalmasri Syam Sepakat Maju Pilkada Bintan

Alias Wello-Dalmasri Syam sepakat maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bintan di Pilkada 2020 (Foto:ist)

Lingga - Bupati Lingga Alias Wello dan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, sepakat akan berpasangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bintan yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Kesepakatan kedua sahabat lama ini tercapai setelah keduanya melakukan pertemuan dan pembicaraan secara khusus di sebuah hotel di bilangan Nagoya, Batam, Sabtu (8/8/2020) kemarin.

Berpasangannya dua sahabat lama ini terhitung unik. Karena, nyaris tidak direncanakan dari awal.

Keduanya sepakat berpasangan atas desakan aspirasi dari masyarakat Bintan. Baik yang disampaikan secara langsung, maupun melalui tim sukses dan sejumlah lembaga survey.

"Kami ini, betul-betul dijodohkan oleh masyarakat di Kabupaten Bintan," kata Alias Wello dan Dalmasri Syam seperti rillis pers yang diterima Batamnews, kemarin.

Kini, dua sahabat lama yang sama-sama pernah menjabat sebagai Ketua DPRD itu, bertemu lagi dan bergandengan tangan ke Pilkada Bintan 2020. Dengan visi Menuju Kejayaan Bintan.

Alias Wello yang akrab dengan sapaan Awe ini, pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Lingga tahun 2004-2009. Begitu juga Dalmasri Syam yang populer dengan panggilan Bang Dal, pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bintan pada periode yang sama, yakni tahun 2004-2009.

Bang Dal, juga pernah menjadi Ketua HKTI Bintan dua periode. Sedangkan Alias Wello hingga kini masih menjabat Ketua HKTI Provinsi Kepri.

Alias Wello Panggil Dalmasri Syam Pak Bupati

 

Keduanya mengaku sudah berteman sejak lama dan sangat akrab. Begitu akrabnya hingga saat bertemu, keduanya tidak tampak jarak sedikitpun. Pertemuan itu suasananya sama persis seperti dua orang teman. Uniknya, keduanya juga langsung menyebut jabatan bupati.

Dalmasri menyebut Alias Wello dengan panggilan Pak Bup. AWe pun memanggil Dalmasri dengan sebutan Pak Bup. "Nanti, beliau mendampingi saya sebagai wakil bupati. Tapi menjalankan peran dan fungsi sebagai bupati," jelas Awe.

Wakil Bupati yang menjalankan peran dan fungsi Bupati, sambung Awe, sudah diterapkannya di Lingga bersama Muhammad Nizar.

"Wakil bupati yang melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Termasuk, soal anggaran. Ke depan, di 2024, Insya Allah, beliau yang memimpin sebagai Bupati Bintan," kata Awe, yang disambut senyum Bang Dal.

Begitulah komitmen yang dilandasi keikhlasan dan kesungguhan untuk dijalankan disepakati keduanya di depan banyak orang sebagai saksi. Alias Wello memang berbeda dengan sejumlah kepala daerah di Tanah Air, dalam soal kebijakan memimpin daerah.

Banyak sekali kepala daerah di Tanah Air, yang menjadikan wakilnya sebagai ban serap. Hanya menghadiri acara seremonial tertentu. Bahkan, sama sekali tidak ikut mengelola anggaran.

Alias Wello justru sebaliknya, peran wakil kepala daerah diberikan lebih dari yang diatur undang-undang. Hal yang sudah dibuktikannya di Lingga.

Wakil bupati memimpin nyaris semua urusan pemerintahan dan anggaran. Sedangkan Awe fokus keluar, mencari dan mendapatkan anggaran pembangunan serta investasi untuk Lingga.

Tak heran hanya dalam waktu empat tahun, jumlah APBD Lingga meningkat nyaris 100 persen. Dari sekitar Rp600-an miliar di 2016 menjadi sekitar Rp1,1 triliun di 2020.

"Jika tidak ada pandemi Covid-19, di tahun 2021 jumlah APBD Lingga bisa sekitar Rp1,2 triliun," pungkas Awe.

(ruz)