KEK Batam Jadi Nadi Baru Bagi Ekonomi Batam

KEK Batam Jadi Nadi Baru Bagi Ekonomi Batam

Nongsa Digital Park yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus oleh pemerintah pusat. (Foto: Batamnews)

Batam - Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, Kepulauan Riau, disetujui pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Perekenomian.

Dua kawasan tersebut adalah Nongsa Digital Park (NDP) yang diusulkan oleh PT. Taman Resor Internet (PT. Tamarin) dan KEK Maintenance Repair Overhaul (MRO) yang di usulkan PT. Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim.

Dua KEK tersebut dikembangkan dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategic.

Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Endri Abzan mengatakan, kehadiran KEK di area Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, menjadi nadi baru bagi ekonomi Batam.

“Dengan diresmikannya dua KEK di Batam mampu menyerap ribuan tenaga kerja di Batam. Untuk NDP akan menyerap 16500 tenaga kerja, sedangkan untuk MRO akan menyerap 9976 tenaga kerja pada 2025,” kata Endri.

Dengan terbukanya lowongan kerja bagi masyarakat, tentu akan mengurangi pengangguran di Indonesia.

Dua KEK ini, juga mampu investasi bagi Kota Batam. Saat ini KEK NDP sudah ada investor yang masuk seperti PT Kinema untuk IT Apple Academy dan calon investor data center PT. Nexus, D-Town Comercial Center. Dengan investasi pembangunan kawasan mencapai Rp 1.092 Triliun dan investasi tenant mencapai Rp 14.908 triliun.

Untuk KEK MRO investasi sudah ada dan rencana investasi dari PT. Batam Aero Technic kurang lebih Rp 6,2 Trilun sampai 2030.

Dengan adanya KEK, akan berdampak pada ekosistem di luar dengan berkembangnya industri pendukung seperti pengolahan limbah, penyedia listrik, penyedia dan pengelola air bersih, Transportasi dan logistic serta industri properti dan catering.

“Saat ini rusun-rusun milik BP Batam telah dipesan sebagai lokasi tempat tinggal pegawai KEK, namun masih kurang, dan saya rasa ini juga akan berdampak terhadap masyarakat, karena sebagaian karyawan harus mencari kos diluar,” ujar Endri.

(ADV)