Tiga Kasus Pasien Sembuh Terjangkit Corona Lagi di Batam
Ilustrasi.
Batam - Kasus re-infeksi atau pasien yang sebelumnya sembuh, kemudian dinyatakan positif lagi tercatat 3 kasus di Batam. Kekinian, kasus baru terkonfirmasi sebagai kasus 241. Ternyata pria bernama DH tersebut merupakan eks pasien yang sebelumnya sembuh. Ia sebelumnya merupakan pasien 181 Kota Batam yang sebelumnya sembuh 20 Juni lalu.
DH merupakan kasus reinfeksi ketiga yang terjadi. Beberapa kasus sebelumnya juga menjadi perhatian Tim Gugus Tugas.
Berikut tiga kasus pasien sembuh terjangkit corona lagi di Batam
1. Kasus reinfeksi Covid19 pertama ditemukan di Batam terjadi kepada seorang pria berusia 52 tahun, pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Batam. Ia dulunya eks Pasien 23 yang dinyatakan sembuh 21 April 2020, dan menjalani karantina mandiri di rumah.
Berdasarkan hal tersebut terhitung mulai tanggal 6 Mei 2020 yang bersangkutan telah kembali beraktifitas seperti biasa di kantornya di kawasan Batu Ampar Kota Batam.
Karena yang bersangkutan ingin melakukan perjalanan dinas ke Tanjung Balai Karimun, pada tanggal 9 Juni 2020 Ia melakukan pemeriksaan RDT di kantornya. Mengejutkannya, hasil yang diperoleh reaktif, hingga akhirnya ia melanjutkan melakukan tes swab hasilnya positif. Ia kembali dicatat sebagai Pasien 166.
Bahkan dari tracing contact, 8 pegawai dari lingkungan KKP yang close contact terkonfirmasi positif. Namun belakangan sejumlah pasien dari klaster ini sudah dinyatakan sembuh.
2. MPS, pria 31 tahun kembali dinyatakan positif setelah memeriksakan kesehatannya. Hal itu diketahui saat ia perlu surat sehat untuk melakukan perjalanan ke Medan dengan pesawat.
MPS sebelumnya merupakan pasien (Kasus 02) di Batam yang dulunya terkonfirmasi positif. Saat itu, Ia diduga tertular ketika melakukan perjalanan ke Paris, Malaysia dan kembali ke Batam via Singapura .
Ia dinyatakan sembuh 28 April 2020 lalu. Sempat juga melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari setelahnya.
Namun, MPS yang asal Medan hendak kembali ke kampung halamannya. Ia pun melakukan rapid test di RS Awal Bros Batam, untuk memperoleh surat sehat sebagai syarat untuk penerbangan.
Namun saat rapid test hasilnya reaktif. Ketika dilakukan tes swab hasilnya positif. MPS akhirnya dicatat kembali oleh tim gugus tugas sebagai Kasus 179.
3. DH sebelumnya tercatat sebagai Pasien 181 Kota Batam dan ia sembuh pada 20 Juni lalu. Kembali terkonfirmasi Covid kini ia dicatat sebagai Pasien 241.
“Yang bersangkutan sebelumnya sudah dinyatakan sembuh pada tanggal 20 Juni 2020,” ujar Ketua Tim Gugas, Muhammad Rudi dalam siaran pers yang diterima Batamnews.
Usai sembuh, DH sempat menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, terhitung sampai tanggal 4 Juli 2020 lalu.
Namun sebelum masa isolasi mandiri berakhir, pada tanggal 30 Juni pasien ini pergi ke RS Budi Kemuliaan untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorikan secara mandiri.
“Pemeriksaan swab tersebut untuk persyaratan ke Pekanbaru agar bisa kembali bekerja,” kata Rudi.
Namun hasil pemeriksaan swab tenggorokan yang dilakukan oleh laboratorium Klinik Prodia Batam diterima hari ini, menyatakan DH positif Covid-19.
Perlu diketahui selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya, yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah melakukan aktivitas di luar rumah. Kecuali hanya melakukan olahraga dan berjemur di sekitar halaman rumahnya.
“Saat ini pasien tersebut dalam persiapan perawatan isolasi ke RSKI Galang untuk kembali menjalani perawatan,” katanya.
Untuk diketahui sebelum ke Batam dari Pekanbaru tanggal 5 Juni 2020, pasien tersebut telah melakukan pemeriksaan RDT di Pekanbaru dengan hasil reaktif, namun tidak disarankan untuk karantina mandiri.
Selanjutnya pada 7 Juni 2020 yang bersangkutan tetap berangkat ke Batam menggunakan mobil travel ke Selat Panjang dan dilanjutkan dengan kapal ke Batam.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi sebelumnya mengimbau agar pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan jaga jarak.
“Karena bisa saja tertular kembali, yang pasti tetap menggunakan alat pelindung diri juga,” ujar Didi.
Komentar Via Facebook :