Dinas PU Natuna Ungkap Penyebab Banjir di Pusat Kota Ranai

Tim Dinas PU Natuna melakukan identifikasi penyebab banjir. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna - Banjir sempat membuat akses sejumlah ruas jalan di Ranai, Kabupaten Natuna terkendala, Selasa (23/6/2020). Di Jl Hang Tuah misalnya, warga sempat memblok akses jalan agar pengendara tidak terjebak dalam genangan air yang lumayan tinggi.

Kabid Suber Daya Air, Dinas PU Natuna, Nanang Agus Hidayat dan Kasi Penanggulangan Bencana, Elkadar Lismana dan tim lainnya akhirnya meninjau beberapa titik rawan banjir yang berada di Kelurahan Baru Hitam, Rabu (24/06/2020) pagi.

Di tengah guyuran hujan, rombongan memantau beberapa titik lokasi yang menjadi langganan banjir seperti, Jl Sihotang, Jl Hang Tuah, Jl Aer Lebai dan beberapa lokasi rawan lainya.

Nanang Agus Hidayat menyebutkan, timnya melakukan pemetaan dan indentifikasi lokasi. "Kami juga meninjau daerah aliran air (sungai-sungai kecil) yang ada di Ranai yang menjadi muara dari semua drainase yang ada di kota Ranai ini," sebutnya.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan air di daerah aliran air berupa sungai-sungai kecil itu meluap ketika musim penghujan.

"Salah satunya adalah banyaknya timbunan sampah sehingga aliran terhambat, dan yang kedua terjadinya pendangkalan dan vegetasi sungai yang mulai ditumbuhi berbagai macam tumbuhan liar, sehingga fungsi sungai sebagai tempat akhir pembuangan air dari drainase kurang maksimalm" ungkapnya

Kasi Penanggulangan Bencana, Elkadar Lismana mengatakan solusi jangka pendek mengantisipasi meluapnya air pihaknya akan membentuk tim gabungan.

"Kami akan bentuk tim dari Badan Penanggulangan Bencana ( BPB), Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas DLH dan kelurahan setempat, untuk secara berkala melakukan pembersihan gorong gorong dan saluran drainase yang ada," terangnya.

Dirinya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah kabupaten terkait penanggulangan banjir ini.

"Hampir setiap tahun, ketika musim penghujan tiba situasi ini. Saat ini kita tidak bisa bekerja secara maksimal, karena dari sarana prasarana kita juga tidak memadai, semuanya kita kerjakan secara manual. Oleh karena itu kemungkinan bisa memakan waktu beberapa minggu," terangnya.

(Yan)
SHARE US :

Berita Terkait