6 Penyelam Asal NTB Sempat Terjebak di Natuna

6 Penyelam Asal NTB Sempat Terjebak di Natuna

Junaidi (19), seorang penyelam asal NTB yang terkena keram laut di Natuna mengalami kelumpuhan. (Foto: Yanto/Batamnews)

Muhammad Ikhsan

Natuna - Pemkab Natuna, Provinsi Kepri memulangkan enam orang warga asal Sumbawa, Provinsi NTB yang terlantar di kabupaten ujung utara Indonesia ini. 

Keenamnya mencari peruntungan bekerja sebagai penyelam ikan di Desa Balai, Kecamatan Pulau Tiga, 3 bulan terakhir.

Nahasnya, satu diantara mereka mengalami sakit parah. Warga menyebutnya keram laut, dan berakibat kelumpuhan. 

Pria bernama Junaedi (17) itu pun dirawat di RSUD Natuna. Diketahui ia beralamat di Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. 

Keadaannya kian memburuk. Pria itu tidak memiliki BPJS Kesehatan, akhirnya dibawa pulang oleh rekan-rekan lainnya ke Desa Balai karena kehabisan biaya pengobatan usai dirawat beberapa malam.

Para warga asal Sumbawa ini sebelumnya tertahan di Natuna karena terkendala penutupan akses akibat pandemi Covid sebelumnya.

Beruntung kondisi ini diketahui pemerintah daerah di NTB. Dinsos Natuna pun akhirnya memulangkan mereka ke daerah asal, Senin (15/6/2020).

Plt Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Natuna, Puryanti mengatakan pemulangan itu dari hasil koordinasi lintas provinsi.

"Awalnya pada jumat sore (12/06/2020) saya baru mengetahui terkait kondisi Junaidi. Kami mendapat telpon dari salah satu staf Gubernur NTB, terkait ada warganya yang sakit parah di Natuna dan ingin dipulangkan ke Sumbawa. Setelah mengetahui hal tersebut, kami langsung menindak lanjuti dengan melakukan pengecekan dan klarifikasi," ujarnya. 

Pemprov NTB dan perusahaan tempat Junaidi dan rekannya bekerja pun menanggung biaya pemulangan. 
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :