Singapura Buka Penerbangan Langsung ke China Awal Juni

Ilustrasi.

Singapura - Singapura kembali membuka penerbangan langsung ke China pada awal Juni. Otoritas menegaskan penerbangan ini hanya untuk tujuan bisnis dan tetap mengedepankan pencegahan serta kontrol Covid-19.

Dalam kesepakatan awal kedua negara, penerbangan ini berlaku dari Singapura ke enam kota di China yakni Shanghai, Tianjin, Chongqing, Guangdong, Jiangsu, dan Zhejiang.

Dilansir Batamnews dari The Star, pembukaan penerbangan ini berdasar kesepakatan antara sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri Singapura Chee Wee Kiong dan Wakil Menteri Luar Negeri China Luo Zhaohui, pekan ini.

Kesepakatan itu muncul ketika negara-negara dengan hati-hati berusaha untuk memulai apa yang disebut "gelembung perjalanan" setelah pandemi menutup perbatasan awal tahun ini.

China, tempat virus korona pertama kali muncul, tampaknya mengendalikan kasus penularan. Sementara Singapura bergerak menuju pembukaan ekonomi setelah bergulat wabah yang menginfeksi ribuan pekerja asing.

Tindakan penguncian mulai mereda di banyak negara Asia. Dalam unggahan di Facebook Jumat kemarin, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan pihaknya membuka kembali perbatasan secara bertahap "ketika waktunya tepat."

Para menteri Singapura sebelumnya mengatakan bahwa negara Asia Tenggara kemungkinan akan "mulai dari kecil dan selektif" untuk membuka kembali perbatasan, sambil terus memaksakan campuran persyaratan isolasi dan pengujian.

Singapura siap untuk bekerja secara bilateral dengan negara dan wilayah jika ada tindakan pencegahan yang memadai, seperti pengujian sebelum keberangkatan dan pada saat kedatangan, kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong.

Singapura juga akan mempertimbangkan faktor-faktor termasuk tingkat infeksi di negara-negara dan jenis tindakan pencegahan yang ada.

(dod)