https://www.batamnews.co.id

Pekerja Bar Kampung Bule Menjerit, Pemasukan Nol Selama PSBB

Para pekerja tempat hiburan malam Kampung Bule saat antri pengambilan sembako (Foto:Yude/Batamnews)

Batam - Hampir seluruh sektor perekonomian terdampak dari pandemi virus Corona (Covid-19). Baik itu dari sektor industri, Usaha Kecil Menengah (UKM), pariwisata dan lainnya.

Salah satu contohnya yakni, tempat hiburan malam bagi turis-turis di kawasan wisata Kampung Bule, Jodoh, Batu Ampar, Kota Batam. Kawasan ini sudah di tutup sejak Kota Batam ditetapkan sebagai zona merah penularan wabah Covid-19.

Tidak hanya pemilik bar ataupun pub yang terdampak, tapi ratusan pekerja di kawasan wisata ini pun merasakan pedihnya tak ada pemasukan. Mereka mengaku sudah tidak mampu lagi bertahan apabila tempat mencari uang mereka masih ditutup, meskipun pemerintah berencana akan kembali membuka tempat hiburan tanggal 15 Juni nanti.

“Kami kan tutup total, jadi penghasilan kami nol. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari tetap berjalan, kami juga punya keluarga dan anak yang harus dinafkahi,” ujar Ketua Kampung Bule Family (KBF), Richa Rahman kepada Batamnews, Jumat (29/5/2020).

Dengan demikian, wanita yang akrab disapa Icha ini pun berharap agar Walikota Batam dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam untuk segera membuka usaha di sana dalam waktu dekat.

“Keadaan kami sudah susah sekali, untuk makan sehari-hari saja susah. Kalau menunggu sampai tanggal 15 Juni, kami sudah tidak sanggup lagi,” kata Icha memohon.

Hal senada juga disampaikan salah satu pekerja di salah satu Bar di Kampung Bule, Tina (25). Dia mengaku selama dua bulan ini, sejak pemerintah Kota Batam menutup tempatnya bekerja, penghasilannya sama sekali tidak ada.

“Untuk bertahan ya nunggu-nunggu ada pembagian sembako gratis. Tabungan ada, tapi ya karena nggak ada pemasukan, makin lama makin terkuras,” ucap Tina.

Beruntung suaminya juga bekerja, jadi dapat sedikit meringankan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Kalau mengharapkan bantuan seperti sembako ini, kadang harus dicukup-cukupin. Saya berharap wabah ini cepat selesai dan bisa bekerja lagi,” harap Tina.

(ude)