Disdik Batam Usulkan Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang

Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam - Masa belajar dari rumah siswa sekolah di Kota Batam, Kepuluan diusulkan diperpanjang kembali. Usulan disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam karena sampai saat ini Batam masih menghadapi pandemi global Covid-19.

Sebelumnya dalam surat edaran lalu ditetapkan masa belajar dari rumah akan berakhir pada bulan Juni, dan kegiatan belajar secara tatap muka bisa dimulai pada tanggal 2 Juni 2020. 

"Tadi sudah saya sampaikan ke pimpinan. Namun beliau masih sibuk, jadi besok saya akan sampaikan lagi terkait usulan kami ini," ujar Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Selasa (26/5/2020).

Sebelum mengusulkan untuk perpanjangan masa belajar dari rumah, ada beberapa opsi yang akan diambil nantinya, seperti dengan menerapkan jaga jarak. Tetapi opsi tersebut tidak relevan untuk diterapkan di sekolah negeri, karena setiap satu kelas terdiri dari 30-40 siswa. 

"Kalau mau diatur jaraknya, pasti membutuhkan ruang kelas lagi. Selain itu siswa juga berbeda dengan guru. Sebab mereka pasti interaksinya lebih luas bersama teman-teman lainnya. Jadi, sepertinya tidak cukup sulit diterapkan," jelasnya.

Lalu opsi lainnya dengan membagi waktu belajar dengan sistem shift. Namun opsi itu juga tidak bisa menjadi pilihan, karena masih ada sekolah negeri yang menumpang ke gedung sekolah lain dan menggunakan ruang kelas ketika sekolah pagi selesai. 
 
Sehingga akhinya opsi belajar dari rumah menjadi pilihan terakhir, namun hal itu akan diputuskan oleh pimpinan daerah.

Usulan penambahan masa belajar dari rumah dibuat juga karena permintaan dari orangtua siswa, yang masih khawatir anaknya kembali ke sekolah. Untuk itu, pihaknya berusaha mengeluarkan kebijakan untuk menenangkan para orangtua siswa.

"Saya beberapa kali menerima telepon dari orangtua siswa, mereka meminta belajar dari rumah ini diperpanjang sampai kondisi benar-benar aman," jelasnya. 

Sementara itu, walaupun sistem pembelajaran dilakukan dari rumah, Hendri menegaskan guru tetap mengawasi. Kemudian terkait tugas-tugas dan bahan ajar juga sesuai dengan rencana yang sudah disusun. 

"Walaupun tidak tatap muka, guru dan siswa sama-sama berusaha menuntaskan setiap mata pelajaran," katanya. 

(ret)