Mantan Ajudan Kapolda Kepri Jadi Desersi, Terlibat Penggelapan 71 Unit Mobil

Mantan Ajudan Kapolda Kepri Jadi Desersi, Terlibat Penggelapan 71 Unit Mobil

Ilustrasi.

Batam - Seorang oknum perwira kepolisian di Polres Bintan menjadi desersi. Iptu HA sedang dilacak keberadaannya oleh Propam Polda Kepri dan Polres Bintan. Anggota Bag Renmin Polres Bintan itu menghilang usai kasusnya dilaporkan terkait penggelapan sejumlah mobil sewaan

Ia diduga menjadi pembeli dan penjual mobil hasil tarikan leasing yang kreditnya macet. Dari informasi yang didapatkan batamnews.co.id, kendaraan tersebut diperjualbelikan dengan nilai jual berkisar dari Rp 34.000.000 hingga Rp 55.000.000

Iptu HA padahal pernah menjadi ajudan Kapolda Kepri di era Irjen Pol Sam Budigusdian. Kala itu HA tercatat bermasalah hingga dipindahkan ke Kosprim Polda Kepri wilayah Bintan.

HA dikabarkan tidak masuk dinas tanpa keterangan sejak tanggal 8 Mei 2020 sampai dengan sekarang.

Total unit mobil yang saat ini teridentifikasi TKP Batam dan Tanjung pinang berjumlah 71 unit mobil berbagai jenis diantaranya, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Mitsubishi Expander, Toyota Avanza,Toyota Yaris, Toyota Innova, Toyota Calya, Suzuki Ertiga, Honda mobilio, Honda Jazz, Daihatsu New Xenia dan Daihatsu Ayla

Terungkapnya kasus ini, berawal dari penyitaan mobil oleh personel TNI dari tangan para pembeli yang berada di Tanjungpinang. Diketahui, salah satu pemilik mobil yang dijual itu merupakan korban dari oknum polisi HA ini.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin saat dikonfirmasi membenarkan atas kasus tersebut. Namun pihaknya tidak menerima laporan tersebut dengan alasan dibuat di Batam yakni di Propam Polda Kepri.

"Kami tidak menerima laporan tersebut karena laporannya ada di Batam dan sudah dilaporkan ke Propam Polda Kepri dan hanya mengetahui soal laporan tersebut," ujarnya.

Agus menuturkan, kasus ini diserahkan kepada Polda Kepri dan untuk perkembangan kasus tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui.

"Dulunya (HA) anggota Reskrim dan sekarang kasusnya di Propam Polda Kepri," pungkasnya.

 

Dikejar Polda Kepri

 

Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.

Arie mejelaskan, saat ini Tim gabungan dari Propam dan Ditkrimum Polda Kepri akan mendata laporan dari beberapa korban yang kendaraannya digelapkan.

“Kemudian kami nanti akan melakukan analisa, perbuatan tindak pidana apa saja yang dilakukan oleh si pelaku,” ujar Arie, Jumat (15/5/2020).

Dalam hal ini, Arie bersama timnya mengatakan sudah melakukan gelar perkara terhadap laporan informasi yang diterima dari berbagai pihak. Dari hasil analisa yang dilakukan Paminal Propam, menemukan bahwa yang bersangkutan telah melakukan aksi penipuan dan penggelapan.

“Sementara masih kami duga, tapi kalau dilihat dari kronologis dan dari aspek-aspek yang sudah dilakukan, kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dalam arti kata, kami tetap proses. Bapak Kapolda menyuruh saya memproses secara hukum, transparan dan secepatnya diserahkan ke pengadilan,” ucap Arie.

Sementara ini, sudah ada lima orang yang konfirmasi ke Polda Kepri untuk melaporkan kejadian ini. Dari kendaraan yang diamankan sebanyak 71, yang baru melapor baru 12 orang.

 

Modus yang digunakan

 

Dikatakan Arie, modusnya mengganti atau membayar mobil yang bermasalah, baik dari leesing maupun dari korban (yang mengajukan kredit). Pelaku membayar, mengganti DP dan kemudian dia ambil mobilnya, terus dijual lagi tanpa surat.

“Untuk sekarang, kami masih menelusuri di mana letak barang bukti itu. Untuk berapa lama dia melakukan aksinya, itu masih diselidiki. Dari dokumen terakhir yang kami lihat itu tahun 2017, jadi sudah tiga tahun itu,” kata Arie.

Untuk masalah penangkapan, tim Polda Kepri dikatakan Arie sebelumnya sudah bergerak untuk mencari yang bersangkutan.

"Sebelumnya sempat dilakukan pencarian di salah satu hotel di Tanjungpinang, karena dapat informasi dia ada singgah di sana. Tapi tidak ada, yang ada ditinggalkan adalah senjata api jenis revolver dengan 5 peluru dan beberapa dokumen lain yang terkait dengan perkara ini. Ya pesan saya, lebih baik yang bersangkutan menyerahkan diri dengan itikad baik, atau kami tangkap,” ucap Arie.

(jim/ude)