Marbot Masjid Baiturrahman dan 3 Jamaah Tabligh Asal Indonesia Ikut Dibawa ke RS Galang

Marbot Masjid Baiturrahman dan 3 Jamaah Tabligh Asal Indonesia Ikut Dibawa ke RS Galang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Batam - Tim surveilans Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau melakukan tracing terhadap kontak erat dengan Warga Negara (WN) India anggota Jamaah Tabligh yang positif Covid-19 di Kota Batam. 

Untuk sementara ini, sudah ada 6 WNA anggota Jamaah Tabligh yang telah dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan selain keenam WNA tersebut, pihaknya juga melakukan tracing. Sehingga diperoleh ada 3 jamaah tabligh juga yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). 

"Hasil tracing ada 3 anggota jamaah (tabligh) asal Indonesia yang selalu antar makanan ke mereka," ujar Didi, Senin (4/5/2020). 

Untuk diketahui 7 WNA tersebut termasuk pasien positif Covid-19 tinggal di rumah marbot Masjid Baiturrahman, Sekupang. 

Terhadap ketiga jamaah asal Indonesia tersebut telah dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan hasilnya menunjukkan reaktif. 

"Siang ini akan kami kirimkan juga ke RS Galang," katanya. 

Sementara itu, tim juga telah melakukan RDT terhadap satu marbot masjid dan hasilnya menujukkan non reaktif namun dia juga akan dibawa ke RSKI Galang siang ini. 

"Marbot masjid ini tinggal terpisah dengan para WNA tersebut," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, seorang pria yang merupakan WN India dikonfirmasi positif Covid-19. Ia diketahui merupakan jamaah tabligh, tiba di Batam pada tanggal 2 Maret 2020 dari Singapura. 

Lalu pada tanggal 12 April 2020 dibawa ke RS swasta di Lubuk Baja karena ada gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit gula. 

Namun pada tanggal 29 April 2020 pasien dilarikan ke UGD RSUD Embung Fatimah karena kondisi badannya melemah, kemudian diambil sampel swab dan hasinya terkonfirmasi positif. 

(ret)