Warga Minta Pemda Tegas Tanggulangi Covid-19 di Karimun

Karimun - Masyarakat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, meminta pemerintah tegas dalam penanganan dan percepatan penunggalan Covid-19. Terlebih lagi menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1441 Hijriah yang tinggal menghitung hari.

Seperti yang dikatakan seorang warga Kabupaten Karimun, Ficky ini. Kata dia, saat ini tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, bahkan beribadah pun juga tidak bisa.

"Sebentar lagi sudah mau masuk puasa. Bagaimana kita mau ibadah dan tarawih," ujar warga Baran Timur, Meral tersebut.

Maka, Ia berharap pemerintah dapat dengan tegas untuk melakukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun. Meurut Ficky, jika perlu Pemda harus memberlakukan lockdown.

Namun, pemerintah juga harus siap dengan segala sesuatu yang harus menjadi tanggungjawab, seperti kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.

"Bila perlu, tutup sementra pintu masuk, sehingga, pemerintah dapat fokus dan konsentrasi dalam penanganan," katanya.

Akan tetapi, jika pemerintah Kabupaten Karimun tidak bisa memberlakukan penutupan, maka ia minta untuk lebih memperketat pintu masuk di pelabuhan. Karena, diketahui saat ini Karimun sudah bisa dikatakan zona hijau dengan jumlah kasus Covid-19 yang terus berkurang.

 

"Ini bukan karena apa-apa, tapi untuk kebaikan kita semua, kesehatan warga Karimun. Jadi diperlukan ketegasan pemerintah," ucap pria berkumis tipis itu.

Ficky juga berpesan terhadap para relawan yang masuk dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, terutama bagi ormas yang langsung terlibat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan.

Sebab, dia melihat para relawan yang ada di pelabuhan merupakan garda terdepan yang langsung berhadapan dengan penumpang atau orang yang baru sampai di Karimun. Begitu juga dengan relawan yang ada di tempat karantina.

Para relawan itu hanya menggunakan masker dan sarung tangan saja, itupun bagi yang punya. Seharusnya juga dilengkapi dengan pelindung wajah atau baju lengkap.

"Seharusnya mereka di pelabuhan pakai APD lengkap. Pasalnya, mereka yang langsung berhadapan, jangan sampai pula mereka masuk karantina, karena virus ini tidak nampak," pungkas Ficky.

(aha)