Nelayan Senayang Bisa Jual Ikan ke Penampung, Camat: Harga Memang Agak Murah

Camat Senayang bersama Kepala Diskan Lingga saat melakukan monitoring ke penampung ikan di Desa Baran (Foto:ist)

Lingga - Dinas Perikanan (Diskan) Lingga bersama Camat Senayang, melakukan monitoring ke tempat penampungan ikan yang ada di Desa Baran, Kamis (16/4/2020).

Monitoring ini dilakukan dalam rangka melihat kesiapan pengusaha penampung ikan di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, belakangan beredar kabar para nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan akibat tidak adanya penampung.

"Ada isu penampung tidak lagi membeli hasil tangkapan nelayan. Tapi setelah kami turun kelapangan, nyatanya mereka tetap membeli namun akibat permintaan berkurang, terpaksa mereka (penampung) harus mencari langganan tambahan untuk menjual ikan tampungan," kata Camat Senayang, Kimat Awal kepada Batamnews, Sabtu (18/4/2020).

Kimat menjelaskan, menurut penuturan salah satu penampung, untuk cumi-cumi mereka mencari rekanan di Provinsi Jambi. Hal ini dilakukan karena di Singapura permintaan terbatas akibat wabah Covid-19.

"Mencari rekanan baru ini penampung lakukan demi menjaga nelayan agar tetap bisa menjual hasil tangkapan mereka. Mereka ini selain cumi-cumi juga mengambil ikan hidup, meskipun sebenarnya permintaan pasar untuk ikan ini tidak banyak. Ini mereka lakukan untuk membantu nelayan," ujarnya.

Dengan demikian, nelayan di Kecamatan Senayang khususnya dapat menjual ikan ke penampung tersebut. "Nelayan masih tetap bisa menjual di tempat penampungan dan nengenai harga memang agak sedikit turun," pungkasnya.

(ruz)