Corona Tak Pengaruhi Ekspor Bahan Baku Santan Kepri ke Jerman

Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemeriksaan fisik terhadap bahan baku santan berupa kelapa tua jambul yang dibeli PT. BOF dari petani kelapa di sekitar Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Sutana/Batamnews)

Tanjungpinang - Pendemi Covid-19 tidak mempengaruhi kegiatan ekspor hasil pertanian Kepri.

Salah satu negara tujuan ekspor yakni, Jerman menyambut baik produk unggulan Indonesia berupa santan organik tersebut. Barang ekspor pertanian itu dari kelapa milik petani di sekitar Kepri yang diolah oleh PT. Bionesia Organic Foods (PT. BOF).

Kali ini Bionesia mengekspor santan organik dalam kemasan kaleng sejumlah 49,4 Ton, tujuan Jerman dengan nilai mencapai Rp 1,3 Miliar.

Dangan hal ini, Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemeriksaan fisik terhadap bahan baku santan berupa kelapa tua jambul yang dibeli PT. BOF dari petani kelapa di sekitar Provinsi Kepulauan Riau.

Sesuai UU No. 21 Tahun 2019, PT. BOF juga melaporkan produk olahan kelapanya yang akan diekspor ke Jerman kepada pejabat karantina pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksidayan mengatakan, ini adalah ekspor santan kelapa ketiga dari PT. BOF di tahun 2020 ini.

"Hingga saat ini totalnya 107,8 Ton yang nilainya mencapai Rp 2,6 Miliar berdasarkan data karantina di sistem IQFAST," kata Doni, di Tanjungpinang, Jumat (17/4/2020).

Menurut Doni, ditengah pandemi Covid-19 yang menerpa dunia, komoditas pertanian Kepri masih bisa eksis dan masih tetap berjalan baik.

"Ditengah pandemi ini, kita masih mampu ekspor ke Jerman. Ini adalah sebuah berkah bagi petani kita yang patut disyukuri, agar kesejahteraan petani semakin baik dari waktu ke waktu," harapnya.

Perlu diketahui melalui aplikasi Sobat-Q, karantina pertanian Tanjungpinang tetap melayani sertifikasi komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan meski pada saat PSBB.

Tujuannya untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas pertanian petani, sehingga diterima dengan baik oleh negara tujuan.

(sut)