PKP Peduli Sumbang 1 Ton Beras ke Dua Panti Rehabilitasi di Batam

PKP Peduli Sumbang 1 Ton Beras ke Dua Panti Rehabilitasi di Batam

Kegiatan di Panti Rumah Singgah, Kampung Bagan, Kecamatan Sei Beduk.

Batam - Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor di Kota Batam terimbas. Tentunya dampak ekonomi cukup dirasakan masyarakat dengan pembatasan sosial yang tengah diterapkan saat ini. Hal ini yang membuat Developer PKP bertekad menyalurkan bantuan sosial.

Pada Jumat (17/4/2020) misalnya, Developer PKP melakukan kegiatan sosial menyantuni panti rehabilitasi yang ada di Batam, yakni Panti Rehabilitasi Al Fateh Nongsa dan Panti Rehabilitasi Rumah Singgah di Kampung Bagan, Sei Beduk.

Tak tanggung-tanggung bantuan yang disalurkan berupa 1 ton beras, sembako, kebutuhan rumah tangga dan peralatan elektronik.

Koordinator Rombongan Tim PKP Peduli, Gentur menyebutkan kunjungan pertama mereka di Panti Al Fateh. "Tim berkumpul di halaman depan Masjid Yasmin, Al Fateh, sebuah panti yang ada pesantrennya, berlokasi di Teluk Mata ikan Nongsa," ucapnya

Lokasi itu menampung orang-orang yang sebelumnya kecanduan Narkoba, untuk kemudian direhabilitasi.

 

Kegiatan di Panti Al Fateh.

Menurut pengelola Panti Al Fateh, Abdul Qodir Jaelani di sana ada 67 orang pasien. Luas panti beberapa ribu meter, pasien kebanyakan memiliki bilik kamar tersendiri. Sebagian terkurung, tergantung kondisi kesehatan mental pasiennya.

"Jika sudah sembuh ada yang tetap disana, diminta membantu bersih-bersih panti," ujar Abdul.

Namun, menurutnya sebagian tidak bisa disembuhkan, bahkan ada yang mulai gila atau kurang waras, akibat kecanduan narkoba yang sedemikian beratnya, sehingga sangat sulit dipulihkan.

Sementara itu, Koordinator PKP Peduli, Gentu mengatakan, pelaksanaan kegiatan sosial ini, dilakukan dengan mematuhi anjuran pemerintah yakni dengan menjaga jarak.

"Bahkan meski datang berkunjung , tim PKP peduli tidak bersalaman dan langsung pulang setelah sumbangan diberikan," ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Panti Rumah Singgah, Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Sei Beduk.

Pimpinan Panti, Reni menjelaskan jika lokasi itu menampung 37 orang.

Tasya, salah satu pengelola mengatakan bahwa lokasi panti menampung banyak jenis orang dengan kekurangan fisik dan mental.

"Ada yang down syndrome, ada yang cacat, ada sakit narkoba, juga ada yang ditampung karena faktor ekonomi dan sosial. Yayasan ini dibawah aktifis gereja Kristen, berdiri sejak 2008," terangnya.

Sementara itu menurut Gentur, PKP peduli masih akan terus melakukan kegiatan sosial untuk memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Mereka menyantuni Panti Jompo, Panti Rehabilitasi dan Panti Sosial lainnya.

"PKP Peduli bergerak sendiri. Kami konsen, bantuan yang seperti ini. Sistem bantuan berdasarkan kebutuhan dengan disurvey terlebih dahulu apa yang dibutuhkan," ujarnya.

"Karena terkadang tidak sedikit yang berbeda. Seperi di Al fateh, yang meminta disumbang kacang hijau dalam jumlah banyak, kerena untuk tambahan asupan, selain sembako. Juga di Rumah Singgah meminta dibantu banyak sayuran serta mesin freezer untuk mengawetkan daging ayam ataupun ikan," terang Gentur.

Ditambahkannya, bantuan PKP Peduli di bawah koordinasi badan, asosiasi ataupun pemerintah masih tetap berjalan.

"Dalam upaya bersama-sama membantu meringankan mereka yang terdampak virus corona secara bersamaan dengan pihak lainnya. Bantuan yang dilakukan oleh PKP peduli diambil dari menyisihkan sebagian pendapatan dari setiap kali ada transaksi penjualan rumah, ruko, kavling hingga apartemen," ujar Gentur lagi.