Positif Corona Pulang dari Jakarta, Pasien 05 di Batam Pilih Karantina Mandiri di Rumah
Pasien ODP di RSBP Batam beberapa waktu lalu (Foto: Batamews)
Batam - Pasien positif COVID-19 di Kota Batam bertambah satu. Saat ini terdata lima pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona di Batam. Tiga diantara pasien positif itu meninggal dunia di RSUD Batam.
Pasien 05 (kelima) ini memilih karantina mandiri di rumah. Pihak dokter dan rumah sakit pun mengizinkan setelah sejumlah keluhan pasien berkurang.
Pasien 05 ini warga Batam. Usia 49 tahun. Sebelumnya ia ditetapkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Setelah diperiksa lebih anjut, ia kemudian dinyatakan positif corona.
Ia sempat dirawat intensif selama 4 hari oleh tim medis RSBP Batam. Hasil diagnostik foto rontgen kesehatannya semakin baik, dan juga gejala klinis juga berkurang.
Dokter kemudian memperbolehkan pasien untuk pulang, pada Selasa (31/3/2020). Namun dengan catatan harus tetap melakukan karantina mandiri (self isolation) di rumah.
“Dan pada hari ini, hasil laboratorium telah keluar, dan pasien dinyatakan positif, saat ini kami sedang melakukan tracing yang kontak dekat dengan pasien,” kata Rudi.
Positif Pulang dari Jakarta
Ia diduga terkena sepulang dari Jakarta. Ia baru pulang dari Jakarta dari Bandara Hang Nadim menggunakan pesawat udara bersama istrinya.
“Sesampainya di Jakarta, yang bersangkutan menggunakan bus Damri menuju Grand Wisata Tambun selatan setelah sampai menyempatkan makan di Pizza Hutz Grand Wisata,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam pers rilisnya, Minggu (5/4/2020).
Setelah itu pasien kemudian pulang ke rumahnya di Cluster Water Spring Kawasan tersebut menggunakan taksi online. Selama di Jakarta, pasien diketahui memiliki tempat usaha di Kawasan Industri M.2100 Tambun Cibitung.
Lalu pada tanggal 18 Maret 2020, pasien kembali ke Batam sendiri melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dan setibanya di Batam sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan taksi menuju rumahnya.
Tetapi setelah itu menggunakan kendaraan pribadi yang bersangkutan menuju salah satu hotel di kawasan Batam Centre untuk menginap mengingat rumahnya saat ini sedang dalam proses renovasi.
“Pada hari itu juga yang bersangkutan merasakan badannya terasa demam dan meriang yang diatasi dengan meminum Bodrex, dan langsung tidur dihotel tempat yang bersangkutan menginap,” kata Rudi.
Esok harinya, tanghal 19 Maret 2020 pasien menjemput istrinya di Bandara Hang Nadim Batam, tetapi saat itu kondisi tubuhnya masih tidak sehat. Dan kemudian memeriksanakan kondisinya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Swasta yang terletak dikawasan Batam Centre.
“Setelah pemeriksaan ternyata suhu badannya 37,6 celsius oleh dokter pemeriksa disarankan untuk berobat langsung ke poli umum, tapi karena antriannya lama akhirnya menuju ke RSUD Embung Fatimah,” ucap dia.
Aktivitas di Hotel
Setelah diperiksa oleh dokter diberikan resep obat Imunos dan Sanmol yang ditebus di Apotek Kimia Farma Batam Centre, pasien selanjutnya kembali ke hotel untuk beristirahat.
“Selama menginap di hotel tersebut yang bersangkutan jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan istrinya sendiri, selama dari perjalanan berangkat dari Batam ke Jakarta dan kembali ke Batam, yang bersangkutan selalu menggunakan masker,“ katanya.
Pada tanggal 21 Maret 2020 yang bersangkutan chek out dari hotel tersebut untuk tinggal di salah satu rumahnya yang lain. Karena kondisinya belum membaik akhirnya hari selasa, 24 Maret 2020 yang bersangkutan kontrol ke salah satu klinik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya biasa berobat.
“Dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit swasta dimana yang bersangkutan pernah berobat dan ditempatkan diruang isolasi IGD,” kata dia.
Ia kemudian diperiksa dan mendapat tindakan diagnostik Rontgen dan Laboratorium tidak ditemukan adanya tanda-tanda kelainan sehingga diperbolehkan pulang dengan diberi obat oral oleh dokter pemeriksa.
Namun kondisinya tidak juga membaik, saat itu Jumat (27/3/2020) pasien kembali mengalami demam yang berkelanjutan disertai pernapasan yang tersengal dan mudah capek.
Hasil Pemeriksaan Istri Pasien
Istri pasien 05 sempat dicurigai tertular Covid019. Ia kemudian dibawa ke IGD Rumah Sakit BP Batam yang kemudian ditetapkan oleh dokter pemeriksa sebagai PDP COVID-19.
Ia kemudian dirawat di ruang isolasi Penyakit Infeksi Emerging (PIE). “Esok harinya pasien kemudian dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasilnya Non Reaktif,” ujar Wali Kota Batam Rudi.
Serta kemudian mengambil sampel swab PCR oleh Tim Analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam.
Komentar Via Facebook :