Eksodus WNI dari Malaysia Pasca-Lockdown, Ada yang Belum dapat Tiket
Penampakan WNI di Pelabuhan Kukup Malaysia yang hendak pulang ke Indonesia. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun - Arus kedatangan WNI dari Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun masih terjadi hingga Minggu (22/3/2020). Mereka mulai dipulangkan sejak Kamis (19/3/2020) menyusul kebijakan lock down yang diambil oleh pemerintah Malaysia.
Para WNI yang datang tersebut dari berbagai daerah. Jumlahnya mencapai ribuan setiap hari.
Tercatat, pada 19 Maret 2020, jumlah penumpang WNI dari Malaysia mencapai 1.089 orang. Kemudian pada 20 Maret 2020 (1.024 orang), Lalu 21 Maret 2020 (1.173 orang). Total selama tiga hari mencapai 3.286 orang.
Seorang WNI yang pulang mengatakan bahwa, kondisi di Malaysia saat ini tidak ada aktivitas. "Tidak ada aktivitas di sana, dilarang untuk keluar rumah. Jadi saya pulang," ujar Mamad, pria asal Selat Panjang, Riau, Minggu (22/3/2020).
Saat ini, dikatakan Mamad, ribuan WNI masih menumpuk di Pelabuhan Kukup di Malaysia, menanti kapal untuk pulang serta mengantre untuk membeli tiket kapal menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun dan pelabuhan lainnya di Provinsi Kepri.
"Masih ramai, ribuan adalah disana. Ada juga yang belum dapat tiket untuk pulang," Katanya.
Sebelum turun di Pelabuhan Internasional Karimun, para penumpang dilakukan pemeriksaan di dalam kapal memastikan mereka yang datang dalam keadaan sehat.
Alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) juga diletakkan di dalam ruangan dan Alert Card/Kartu Kuning Kesehatan untuk melakukan kontrol.
Komentar Via Facebook :