Imbas Covid-19, Kunjungan Wisata di Bali Turun 70 Persen

Imbas Covid-19, Kunjungan Wisata di Bali Turun 70 Persen

Ilustrasi.

Bali - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, adanya penutupan sementara seluruh objek wisata yang diinstruksikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Dia menyampaikan, penutupan sementara ini sebenarnya tidak hanya di lakukan di Bali. Sebab banyak negara melakukan pembatasan bersosial atau social distancing untuk meredam penyebaran Corona.

"Karena hampir semua negara terpapar oleh karena itu masing-masing negara melindungi masing (warga) negaranya dari terpaparnya virus ini," katanya saat ditemui di Badung, Bali, Sabtu (21/3/2020).

Dengan adanya covid-19 ini beberapa negara juga sudah membatasi warga negaranya bepergian ke luar negeri. Seperti Australia yang mengimbau warga negaranya pulang.

"Kemudian, berimplikasi juga kepada kebijakan-kebijakan Pemda untuk menutup sementara keramaian-keramaian dalam rangka social distancing itu. Sehingga, arah dari kebijakan ini adalah menunda atau meniadakan terjadinya penularan," terangnya.

Astawa mengungkapkan, dengan adanya kebijakan penutupan objek wisata di seluruh Bali tentu berdampak pada kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisma). Ia memprediksi, bila penutupan objek wisata terjadi selama dua Minggu penurunan kunjungan wisatawan sekitar 60 hingga 70 persen.

"Kalau sampai dua minggu itu sulit dibayangkan karena tidak adanya penerbangan. Itu sekitar 60 hingga 70 persen," tegasnya.

Menurutnya, dalam keadaan low season di bulan-bulan seperti ini kunjungan wisatawan biasanya sekitar 10.500 atau 11.000 Wisman perhari. Namun karena imbas Covid-19, saat ini kunjungan Wisman diangka 4.000 perhari.

Astawa mengatakan, berkurangnya Wisman sudah berdampak pada empat restoran di Bali. Mereka tutup karena 100 persen marketnya adalah wisatawan China. Sementara, untuk tingkat hunian hotel saat ini berkisar antara 20 hingga 30 persen.

"Semenjak turis Tiongkok ditutup (ke Bali) itu ada empat restoran yang memang tutup tapi belum besar-besaran. Karena memang 100 persen marketnya Tiongkok sehingga tidak ada pengunjung akhirnya tutup," tutupnya.

Seperti yang diberitakan, untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk menutupi seluruh obyektif wisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali menerangkan, Gubernur Wayan Koster telah mengeluarkan kebijakan dan instruksi untuk menutup seluruh obyek wisata.

"Bapak Gubernur hari ini telah mengeluarkan kebijakan arahan dan instruksi kepada walikota, Bupati se-Bali untuk menutup atau menghentikan kegiatan atau kunjungan di obyek-obyek wisata," katanya di Kantor Gubernur, Bali, Jumat (20/3/2020).

Obyek-obyek wisata yang ditutup mulai obyek wisata yang dikelola pemerintah, pemerintah daerah, maupun obyek wisata yang dikelola oleh swasta, Desa Adat dan masyarakat.

"Dari obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun obyek wisata yang dikelola oleh swasta, masyarakat ataupun desa adat. Guna mencegah penyebaran lebih luas dari covid-19 ini," ujar Indra.

(fox)